Aktivitas Migas di Kangean Ditolak, Akademisi Ingatkan Bahaya Provokasi dan Disinformasi

- Admin

Rabu, 1 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep – Gejolak sosial yang terjadi di Kepulauan Kangean, Sumenep, terkait penolakan aktivitas seismik migas, menjadi sorotan publik. Penolakan tersebut muncul meski aktivitas yang dilakukan baru sebatas fase survei menggunakan teknologi yang diklaim mampu meminimalisir risiko kerusakan lingkungan.

Di satu sisi, negara tengah berupaya menjaga cadangan energi untuk masa depan melalui eksplorasi migas. Namun di sisi lain, keresahan masyarakat lokal tak bisa diabaikan. Kekhawatiran akan dampak lingkungan dan sosial kerap kali mewarnai setiap aktivitas eksplorasi.

Akademisi Saiful Bahri menilai bahwa polemik ini perlu segera diurai agar tidak semakin melebar dan merugikan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini masyarakat bergejolak cukup panas. Apa yang menjadi pemahaman masyarakat Kangean terhadap makna dan ungkapan seismik itu sendiri, semoga masyarakat Kangean tidak ditunggangi,” ujarnya.

Saiful menegaskan dirinya memilih bersikap objektif dalam menyikapi polemik ini. Namun ia berharap pemerintah segera turun langsung ke masyarakat untuk menjelaskan duduk perkara secara transparan.

“Saat ini fitur digital sudah sangat mudah diakses di platform media sosial. Kita sebagai masyarakat harusnya lebih mudah memahami apa yang tengah dihadapi. Semoga masyarakat tidak mudah terprovokasi, karena pada akhirnya rakyatlah yang menjadi korban,” ujarnya menegaskan.

Sejumlah Masyarakat di Kangean, Sumenep, terkesan enggan diajak berdialog terkait polemik yang tengah berkembang, dan hanya menyuarakan penolakan tanpa membuka ruang komunikasi. Kondisi tersebut dinilai memperkuat dugaan adanya oknum elit yang menunggangi gejolak sosial dengan memprovokasi warga. “Tentunya ketika tidak patuh dan memusuhi peraturan, maka sudah dipastikan ini tipikal kriminal dan perbuatan melawan hukum, tolong jangan korbankan masyarakat kita, demi kepentingan pribadi,” pungkasnya. (Jk/red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Gen Z Jatim Desak Perda Pembatasan Plastik
Memalukan ! Marsel Agot Seorang Petinggi Agama Di Labuan Bajo Diduga Rampas Tanah Warga
Meski Malam Hari, Petugas PLN Dungkek Tetap Sigap Atasi Keluhan Listrik Warga
Hampir Rampung, Pembangunan Musola Al-Ikhlas di Manding Capai 96 Persen Berkat Kepedulian JSI
Diduga Terlibat Teror Wartawan, Nama Pater Marsel Agot Dikaitkan dengan Sengketa Tanah Batu Gosok Labuan Bajo
Siswa Jadi Korban Tabrakan, luka dan Sakit, Homaidi, Oknum Polres Sumenep Malah Panggil Orang Tuanya Berdalih ada Laporan Padahal Tidak
Lima Komisioner Komisi Informasi Sumenep Periode 2025–2029 Resmi Dilantik
Cuaca Ekstrem, Kapolres Sumenep Cek Pelabuhan

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 17:04 WIB

Gen Z Jatim Desak Perda Pembatasan Plastik

Senin, 2 Februari 2026 - 12:07 WIB

Memalukan ! Marsel Agot Seorang Petinggi Agama Di Labuan Bajo Diduga Rampas Tanah Warga

Jumat, 30 Januari 2026 - 06:09 WIB

Hampir Rampung, Pembangunan Musola Al-Ikhlas di Manding Capai 96 Persen Berkat Kepedulian JSI

Kamis, 29 Januari 2026 - 12:30 WIB

Diduga Terlibat Teror Wartawan, Nama Pater Marsel Agot Dikaitkan dengan Sengketa Tanah Batu Gosok Labuan Bajo

Minggu, 25 Januari 2026 - 12:38 WIB

Siswa Jadi Korban Tabrakan, luka dan Sakit, Homaidi, Oknum Polres Sumenep Malah Panggil Orang Tuanya Berdalih ada Laporan Padahal Tidak

Berita Terbaru

Opini

Dampak Globalisasi Terhadap Negara-Negara Miskin

Selasa, 3 Feb 2026 - 04:01 WIB

Daerah

Gen Z Jatim Desak Perda Pembatasan Plastik

Senin, 2 Feb 2026 - 17:04 WIB