Sumenep – Di balik viralnya video relawan pada 6 April 2026, terselip pelajaran berharga tentang introspeksi dan tanggung jawab. Kepala KSPPG Kangayan 2, Arbian Revaldo Tauresta, dengan penuh kerendahan hati menyampaikan permohonan maaf kepada Yayasan Mitra Cendekia Waskita serta masyarakat luas atas kejadian yang menimbulkan ketidaknyamanan.
Dalam keterangannya, Arbian menjelaskan bahwa video tersebut diambil secara spontan oleh relawan setelah menyelesaikan tugas. Meski demikian, ia menyadari bahwa hal itu belum mencerminkan sikap profesional yang seharusnya dijaga dalam setiap amanah yang diemban.
“Dari hati yang paling dalam, kami memohon maaf. Kami menyadari apa yang terjadi menjadi pengingat bagi kami untuk lebih berhati-hati dan menjaga tanggung jawab dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Ia memandang peristiwa ini bukan semata sebagai sorotan di media sosial, melainkan sebagai ruang untuk belajar dan memperbaiki diri. Menurutnya, kepercayaan masyarakat adalah hal yang sangat berharga dan harus dirawat dengan sikap yang konsisten dan penuh kesadaran.
“Kami memahami bahwa kepercayaan dibangun dengan proses panjang. Karena itu, kami ingin menjadikan ini sebagai langkah awal untuk berbenah dan memperkuat komitmen kami,” lanjutnya.
Arbian menegaskan, ke depan pihaknya akan memperkuat penerapan standar operasional prosedur (SOP), sekaligus menanamkan nilai kedisiplinan, etika, dan profesionalisme kepada seluruh tim, baik dalam menjalankan tugas maupun dalam bermedia sosial.
“Kami ingin terus belajar dari setiap proses. Harapannya, kami bisa menjadi lebih baik, tidak hanya dalam pekerjaan, tetapi juga dalam sikap dan cara menjaga amanah,” tuturnya.
Ia pun berharap masyarakat dapat terus memberikan dukungan dan masukan sebagai bagian dari upaya bersama untuk saling mengingatkan dan memperbaiki diri.
“Kami menyadari masih banyak yang perlu dibenahi. Dengan doa dan dukungan masyarakat, kami optimistis dapat menjalankan amanah ini dengan lebih baik ke depan,” tutupnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa setiap kekeliruan dapat menjadi titik awal untuk tumbuh, memperbaiki diri, dan kembali meneguhkan kepercayaan dengan ketulusan serta niat yang baik.
Penulis : Mahmudi
Editor : Novita





