Festival Ojung Sumenep 2026 Menggema, Tradisi Leluhur Kian Diperkuat

- Admin

Minggu, 12 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP – Dentuman rotan yang saling beradu di arena Pantai Galung, Desa Juruan Daja, Kecamatan Batuputih, kembali menggema dalam Festival Ojung yang masuk dalam Kalender Event 2026.

Pemerintah Kabupaten Sumenep menunjukkan komitmen kuat dalam melestarikan budaya lokal melalui penyelenggaraan festival tersebut. Tradisi Ojung tidak sekadar dihadirkan sebagai tontonan, melainkan menjadi simbol kearifan lokal yang terus dijaga agar tidak tergerus oleh zaman.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Saputra, menegaskan bahwa Ojung memiliki nilai lebih dari sekadar pertunjukan budaya.

“Tradisi Ojung bukan sekadar pertunjukan, tetapi mengandung nilai kebersamaan, keberanian, dan sportivitas yang menjadi bagian dari jati diri masyarakat Sumenep. Melalui festival ini, kami ingin generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur. Di tengah perkembangan zaman, inovasi tetap kami lakukan tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisional yang menjadi ruh utama Ojung,” ujarnya.

Seiring perkembangan zaman, festival ini terus dikemas lebih menarik melalui berbagai inovasi, mulai dari penataan lokasi, promosi digital, hingga kolaborasi dengan pelaku ekonomi kreatif. Meski demikian, nilai-nilai tradisional tetap dipertahankan sebagai ruh utama dalam setiap pelaksanaannya.

Ojung sendiri merupakan tradisi unik berupa adu ketangkasan dua orang menggunakan rotan, dengan sistem bergantian memukul tubuh lawan. Tradisi ini telah lama menjadi bagian dari ritual masyarakat, termasuk sebagai upaya simbolik memohon hujan saat musim kemarau serta menghindari bencana.

Lebih dari itu, festival ini menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga. Masyarakat berkumpul, berinteraksi, dan merayakan identitas budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Pemerintah daerah optimistis Festival Ojung akan terus berkembang menjadi ikon budaya yang membanggakan, sekaligus mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Sumenep. Di tengah arus modernisasi, Ojung tetap berdiri sebagai penanda jati diri masyarakat tradisi lama yang terus hidup, beradaptasi, dan mengakar kuat di tanah Madura.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

KKN Universitas Wiraraja Dimulai di Lembung Timur, Mahasiswa Siapkan Program Berdampak bagi Warga
Wabup Sumenep: Semangat Kemerdekaan Harus Tercermin dalam Pelayanan Publik
57,9 Persen Anggaran Jalan Sumenep 2026 Mengalir ke Kepulauan, Ini Alasannya
KMP Mutiara Santosa 2 Dilalap Api di Perairan Sapudi, Basarnas Evakuasi Sekitar 250 Penumpang
Bea Cukai dan Polri Gagalkan Ekspor Ilegal 3,4 Ton Merkuri Senilai Rp17,5 Miliar ke Afrika
Krisis Air Bersih Menghantui Desa Sendir, Warga Desak Pemerintah Bertindak
Bupati Fauzi Serahkan Bantuan RTLH, Dorong Warga Tingkatkan Kualitas Hidup dan Kesejahteraan
Pelayanan Kian Berkualitas, Indikator Mutu RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Nyaris Sempurna

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:41 WIB

KKN Universitas Wiraraja Dimulai di Lembung Timur, Mahasiswa Siapkan Program Berdampak bagi Warga

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:56 WIB

Wabup Sumenep: Semangat Kemerdekaan Harus Tercermin dalam Pelayanan Publik

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:51 WIB

57,9 Persen Anggaran Jalan Sumenep 2026 Mengalir ke Kepulauan, Ini Alasannya

Minggu, 2 Agustus 2026 - 08:47 WIB

KMP Mutiara Santosa 2 Dilalap Api di Perairan Sapudi, Basarnas Evakuasi Sekitar 250 Penumpang

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:05 WIB

Bea Cukai dan Polri Gagalkan Ekspor Ilegal 3,4 Ton Merkuri Senilai Rp17,5 Miliar ke Afrika

Berita Terbaru