BPS Pamekasan Wajibkan Petugas Sensus Ekonomi 2026 Aktifkan GPS Saat Pendataan

- Admin

Kamis, 4 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pamekasan mewajibkan seluruh petugas Sensus Ekonomi 2026 mengaktifkan Global Positioning System (GPS) saat melakukan pendataan langsung ke rumah-rumah warga mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Kepala BPS Pamekasan Parsad Barkah mengatakan, penggunaan GPS bertujuan memastikan seluruh proses pendataan berjalan sesuai prosedur dan dapat dipantau secara real time oleh BPS.

“GPS ini terkoneksi ke BPS untuk memantau progres aktivitas pendataan setiap hari,” ujar Parsad, Kamis (4/6).

Menurutnya, sensus kali ini menggunakan aplikasi Flexible Authentically Survey in Harmony (Fasih), sehingga proses pengisian kuesioner dilakukan secara digital tanpa menggunakan formulir kertas seperti sensus sebelumnya.

Aplikasi tersebut terhubung langsung dengan National Statistics Command Centre (NSCC) yang dikelola BPS pusat. Dengan sistem itu, aktivitas petugas di lapangan dapat dipantau hingga ke tingkat daerah.

“Dari GPS ini, BPS pusat hingga daerah bisa memantau pergerakan petugas. Jika ada yang tidak bergerak sejak hari pertama, akan langsung kami tindak lanjuti,” katanya.

Parsad menjelaskan, digitalisasi pendataan memberikan sejumlah keuntungan, antara lain menghemat penggunaan kertas, mengurangi biaya entri data, serta meningkatkan akurasi hasil sensus. Sistem juga dilengkapi validasi otomatis yang akan mendeteksi data tidak lengkap maupun anomali jawaban sehingga dapat segera diklarifikasi.

Selain itu, petugas diwajibkan mengunggah foto dan lokasi rumah responden yang langsung terintegrasi dengan sistem pusat melalui GPS.

“Tidak ada ruang untuk rekayasa data karena semuanya terkoneksi dan dapat diverifikasi,” tegasnya.

Sensus Ekonomi 2026 akan mencakup berbagai sektor, mulai dari pertanian, pertambangan, perdagangan, industri, pendidikan, kesehatan, perhotelan, konstruksi hingga komunikasi. Pendataan juga akan mencakup kondisi sosial ekonomi masyarakat, termasuk aset dan kondisi tempat tinggal.

BPS Pamekasan telah merekrut dan melatih sebanyak 1.109 petugas sensus yang akan bertugas di seluruh desa di wilayah tersebut. Setiap petugas diperkirakan mendata sekitar 400 kepala keluarga.

“Hasil sensus ini akan memberikan gambaran perubahan kondisi ekonomi masyarakat dalam sepuluh tahun terakhir. Targetnya, hasil awal dapat dirilis pada Desember 2026,” ujar Parsad.

Facebook Comments Box

Penulis : Suryadi

Editor : Novita

Berita Terkait

IMM Riau Buka Posko Pengaduan, Siap Perjuangkan Hak Korban Blackout
Wanita di Situbondo Terjatuh ke Septic Tank Sedalam 7 Meter, Dievakuasi Selamat Setelah Satu Jam
Stunting Turun Jadi 11,6 Persen, Pemkab Sumenep Perkuat Intervensi Melalui Bantuan Susu
Sulton Amrilladzi Sebut Gugatan PMH Tak Menghapus Proses Pidana yang Berjalan
Perolehan Kurban Muhammadiyah Sumenep Tembus 54 Sapi dan 27 Kambing
Muhammadiyah Sumenep Tetapkan 23 Titik Shalat Idul Adha 1447 H, Digelar di Daratan hingga Kepulauan
Sumenep Raih Penghargaan Nasional Revitalisasi Bahasa Daerah di FTBIN 2026
Jelang Idul Adha, Ribuan Warga Kepulauan Sumenep Kembali Nikmati Mudik Gratis

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 17:44 WIB

BPS Pamekasan Wajibkan Petugas Sensus Ekonomi 2026 Aktifkan GPS Saat Pendataan

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:40 WIB

IMM Riau Buka Posko Pengaduan, Siap Perjuangkan Hak Korban Blackout

Sabtu, 30 Mei 2026 - 13:21 WIB

Wanita di Situbondo Terjatuh ke Septic Tank Sedalam 7 Meter, Dievakuasi Selamat Setelah Satu Jam

Sabtu, 30 Mei 2026 - 05:14 WIB

Stunting Turun Jadi 11,6 Persen, Pemkab Sumenep Perkuat Intervensi Melalui Bantuan Susu

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:56 WIB

Sulton Amrilladzi Sebut Gugatan PMH Tak Menghapus Proses Pidana yang Berjalan

Berita Terbaru