SUMENEP – Kondisi jalan menuju Desa Cellong, Kecamatan Arjasa, di wilayah Kabupaten Sumenep kian memprihatinkan. Infrastruktur yang seharusnya menjadi akses vital masyarakat itu kini berubah menjadi kubangan lumpur dan nyaris tak layak dilalui.
Kerusakan jalan tersebut disebut telah berlangsung bertahun-tahun tanpa adanya perbaikan signifikan. Warga pun mulai mempertanyakan perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan dasar di wilayah pelosok.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Dari pantauan di lapangan, jalan dipenuhi lubang besar yang tertutup genangan air. Kondisinya licin dan membahayakan, terutama bagi pengendara roda dua. Setiap hari, warga harus menghadapi risiko kecelakaan demi menjalankan aktivitas mereka.
Salah satu warga, Wahyudi, mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. Ia menilai belum ada langkah nyata dari pemerintah untuk memperbaiki akses jalan yang rusak parah itu.
“Sudah bertahun-tahun dibiarkan. Kami seperti tidak dianggap. Jalan hancur begini, tapi tidak ada tindakan nyata,” ujarnya.
Ia juga menyoroti transparansi serta prioritas anggaran pemerintah daerah. Menurutnya, kerusakan jalan yang cukup parah seharusnya menjadi perhatian utama.
“Anggaran itu ke mana? Jangan sampai masyarakat hanya dijadikan objek janji saat butuh suara, tapi dilupakan setelahnya,” tambahnya.
Kondisi ini dinilai bukan sekadar persoalan infrastruktur, tetapi juga mencerminkan pentingnya pemerataan pembangunan. Warga berharap ada langkah konkret dan percepatan perbaikan agar akses utama tersebut kembali layak digunakan.
Bagi masyarakat setempat, perbaikan jalan bukan hanya kebutuhan, melainkan bagian dari hak dasar yang harus dipenuhi demi menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas sehari-hari.
Penulis : Mahmudi
Editor : Novita





