Rokok Merek Bintang Asal Pamekasan Beredar Tanpa Dilekati Pita Cukai, Bea Cukai Madura Terkesan Tutup Mata

- Admin

Rabu, 9 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN –  Peredaran rokok ilegal tanpa dilekati pita cukai semakin masif beredar bebas di pasaran. Salah satunya merek Bintang isi 20 batang yang beredar tanpa dilekati pita cukai yang didapat media ini, Rabu 09/04/2025.

Rokok yang diproduksi di Pamekasan tersebut milik Haji IP di desa Duko, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan.

Bahkan walaupun laris, rokok yang ditengarai milik Haji IP itu seakan tak tersentuh Bea Cukai Madura bahkan APH terkesan tutup mata.

Rokok yang beredar tanpa dilekati pita cukai itu ditengarai sengaja dipelihara untuk meraup cuan cuan haram.

Rokok tersebut bahkan ada kode Produksi dan tulisan PR. Indonesia Raya.

“Rokok merek Bintang itu milik IP. Sampai sekarang peredarannya  aman aman saja.  Intinya tidak ada keseriusan Bea Cukai untuk menindak,” kata S sumber Detikzone.id.

“Saya menduga Bea Cukai dan bandar rokok itu main mata, yang penting kan cuan. Kalau memang serius ya pasti ditindak bukan dibiarkan,” tambahnya.

S menyebut, peredaran rokok tanpa dilekati pita cukai merek Bintang itu sangat masif ke luar daerah bahkan luar pulau Jawa.

“Kalau di lokalan tidak terlalu maju. Makanya sasaran rokok ilegal merek Bintang itu ke luar daerah hingga pulau jawa seperti di Lampung dan Sumatera,” sebutnya.

Berkaitan dengan itu, bandar rokok merek Bintang isi 20 batang yang disebut sumber milik Haji IP asal desa Duko, Kecamatan Larangan Pamekasan saat dikonfirmasi belum memberikan tanggapan.

Kepala Bea Cukai Bea Cukai Madura pimpinan Muhammad Syahirul Alim belum dapat dikonfirmasi.

Tak bernyalinya Bea Cukai Madura yang berkantor di Kabupaten Pamekasan untuk melakukan penindakan terhadap para produsen rokok ilegal merupakan simbol ketidakseriusannya dalam menegakkan hukum yang jelas-jelas melanggar undang-undang tentang cukai yang  juga berpotensi merugikan negara dari sisi pendapatan pajak.

Padahal keberadaan rokok ilegal juga sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat karena tidak ada standarisasi didalam rokok ilegal, komposisi didalamnya tidak sesuai dengan takaran yang seharusnya.

Bea Cukai Madura yang dipimpin Muhammad Syahirul Alim seakan hanya berani menegakkan hukum menindak di jalanan yang hanya menyasar kepada kurir atau sopir pengangkut rokok ilegal.

Penekanan terhadap produksi dan peredaran rokok ilegal melalui program Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang menghabiskan dana miliaran Rupiah setiap tahunnya- pun terkesan hanya seremonial dan tak berguna.

Facebook Comments Box

Penulis : AM

Berita Terkait

Kasus MBG Memanas, LSM BIDIK Dorong Kejagung Ungkap Seluruh Pihak yang Terlibat
Polres Sumenep Bongkar Peredaran Sabu di Paberasan, Dua Pria Diamankan
Polres Pamekasan Bekuk Tersangka Penipuan Umrah Murah, Kerugian Diduga Capai Rp10 Miliar
Heru Subagia Tegaskan Hukum Harus Jadi Panglima dalam Kasus Ilma Sani Fitriana
Bareskrim Dalami Dugaan Mafia Tanah Keranga, Pejabat BPN Manggarai Barat Dipanggil
Anak Ahmad Bahar Laporkan Hercules ke Polda Metro Jaya Terkait Dugaan Penyekapan
Polisi Selidiki Pencurian Mobil Rocky Milik Anggota HIPMI di Tol KM 3,8 Jakbar
Aktivis Kangean Kecam Pelepasan Terduga Curanmor, Polisi Diminta Profesional

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:10 WIB

Kasus MBG Memanas, LSM BIDIK Dorong Kejagung Ungkap Seluruh Pihak yang Terlibat

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:30 WIB

Polres Sumenep Bongkar Peredaran Sabu di Paberasan, Dua Pria Diamankan

Rabu, 27 Mei 2026 - 12:30 WIB

Polres Pamekasan Bekuk Tersangka Penipuan Umrah Murah, Kerugian Diduga Capai Rp10 Miliar

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:01 WIB

Heru Subagia Tegaskan Hukum Harus Jadi Panglima dalam Kasus Ilma Sani Fitriana

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:38 WIB

Bareskrim Dalami Dugaan Mafia Tanah Keranga, Pejabat BPN Manggarai Barat Dipanggil

Berita Terbaru