Diduga Imbas Protes Pelayanan, Penumpang Mengaku Diintimidasi dan Ditolak Naik KM Sabuk Nusantara 92

- Admin

Minggu, 29 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP – Dugaan tindakan intimidasi dalam layanan transportasi laut kembali mencuat. Seorang penumpang, Hidayat, mengaku mendapat penolakan dan perlakuan arogan saat hendak menaiki KM Sabuk Nusantara 92 di Pelabuhan Masalembu tujuan Pelabuhan Kalianget pada Jumat (27/3/2026).

Peristiwa tersebut diduga merupakan imbas dari protes yang sebelumnya disampaikan Hidayat terkait buruknya pelayanan kapal saat pelayaran sebelumnya.

Hidayat menuturkan, dirinya bersama keluarga berangkat dari rumah sekitar pukul 22.00 WIB untuk melakukan perjalanan ke Kalianget. Setibanya di dermaga sekitar pukul 10.30 WIB, ia mulai menaikkan barang ke atas kapal.

Namun, secara tiba-tiba ia dipanggil oleh kru kapal untuk menghadap kapten. Hidayat kemudian digiring ke anjungan kapal, namun saat itu kapten belum berada di tempat sehingga ia diminta turun kembali.

Tak berselang lama, sekitar pukul 11.00 WIB, ia kembali dipanggil dan diarahkan ke anjungan. Di ruangan tersebut, Hidayat akhirnya bertemu dengan kapten kapal, Amri.

Alih-alih mendapat penjelasan, Hidayat mengaku justru mendapatkan perlakuan intimidatif dan penolakan untuk ikut berlayar.

“Saya langsung diintimidasi dengan nada tinggi dan diminta tidak ikut berangkat. Tidak ada penjelasan yang jelas,” ungkapnya.

Ia menduga perlakuan tersebut berkaitan dengan protes yang sebelumnya ia sampaikan terkait kondisi kapal yang panas ekstrem dan tidak layak bagi penumpang.

“Diduga ini karena saya sebelumnya menyampaikan protes soal pelayanan. Tapi seharusnya itu tidak menjadi alasan untuk melarang penumpang naik kapal,” tegasnya.

Menurut Hidayat, tindakan tersebut tidak hanya mencederai hak penumpang, tetapi juga mencerminkan buruknya pelayanan transportasi publik, khususnya bagi masyarakat kepulauan yang sangat bergantung pada kapal perintis.

Ia berharap ada perhatian serius dari pihak operator dan instansi terkait untuk mengevaluasi kinerja kru maupun kapten kapal.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) terkait dugaan intimidasi dan penolakan tersebut.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kenalkan POSBANKUM, KKN Universitas Wiraraja Dorong Warga Pahami Hak Hukum
Perluas Layanan Spesialis, RSUD Sumenep Resmi Buka Poli Urologi
KKN Universitas Wiraraja Dimulai di Lembung Timur, Mahasiswa Siapkan Program Berdampak bagi Warga
Wabup Sumenep: Semangat Kemerdekaan Harus Tercermin dalam Pelayanan Publik
57,9 Persen Anggaran Jalan Sumenep 2026 Mengalir ke Kepulauan, Ini Alasannya
KMP Mutiara Santosa 2 Dilalap Api di Perairan Sapudi, Basarnas Evakuasi Sekitar 250 Penumpang
Bea Cukai dan Polri Gagalkan Ekspor Ilegal 3,4 Ton Merkuri Senilai Rp17,5 Miliar ke Afrika
Krisis Air Bersih Menghantui Desa Sendir, Warga Desak Pemerintah Bertindak

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 05:51 WIB

Kenalkan POSBANKUM, KKN Universitas Wiraraja Dorong Warga Pahami Hak Hukum

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:43 WIB

Perluas Layanan Spesialis, RSUD Sumenep Resmi Buka Poli Urologi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:41 WIB

KKN Universitas Wiraraja Dimulai di Lembung Timur, Mahasiswa Siapkan Program Berdampak bagi Warga

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:56 WIB

Wabup Sumenep: Semangat Kemerdekaan Harus Tercermin dalam Pelayanan Publik

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:51 WIB

57,9 Persen Anggaran Jalan Sumenep 2026 Mengalir ke Kepulauan, Ini Alasannya

Berita Terbaru