Tragedi Affan “Ojol” Jadi Pengingat, FoRDESI Serukan Negara Menjadi Pelindung Rakyatnya

- Admin

Sabtu, 30 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Forum Dosen Indonesia (FoRDESI) mengecam keras tindakan brutal aparat kepolisian yang menyebabkan tewasnya Affan, seorang pengemudi ojek online (ojol), dalam sebuah insiden yang diduga sarat kekerasan.

Tragedi ini, menurut FoRDESI, bukan sekadar kasus kriminal biasa, tetapi mencerminkan persoalan serius dalam tubuh institusi kepolisian yang masih kerap mempertontonkan wajah represif terhadap rakyat kecil.

Ketua Umum FoRDESI, Dr. Sholikh Al Huda, M.Fil.I, menegaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap prinsip demokrasi dan hak asasi manusia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kematian Affan adalah tamparan keras bagi negara hukum. Aparat seharusnya melindungi, bukan malah mencabut nyawa rakyat yang mencari nafkah. Kami menuntut pengusutan tuntas, proses hukum transparan, dan pertanggungjawaban moral maupun politik dari pejabat Polri,” ujarnya.

Tiga Tuntutan FoRDESI unutuk keadilan

Dalam pernyataan sikapnya, FoRDESI menegaskan tiga poin utama:

1. Mengusut tuntas kematian Affan dengan membentuk tim investigasi independen.

2. Mengadili aparat terlibat sesuai hukum tanpa diskriminasi.

3. Mendesak Kapolri untuk bertanggung jawab secara langsung serta memastikan tidak ada praktik impunitas di tubuh kepolisian.

Dr. Sholikh Al Huda, M. Fil.I, menambahkan, kekerasan aparat yang berulang adalah ancaman bagi demokrasi.

> “Negara ini tidak boleh dibiarkan berjalan dengan logika kekuasaan yang bengis. Rakyat kecil, seperti para ojol, seharusnya mendapat perlindungan, bukan perlakuan brutal. Bila negara gagal memberi keadilan untuk Affan, itu pertanda hukum hanya jadi alat kuasa, bukan penjaga martabat manusia,” tegasnya.

FoRDESI mengajak masyarakat sipil, akademisi, dan media untuk mengawal kasus ini agar tidak tenggelam dalam retorika semata. Bagi FoRDESI, keadilan untuk Affan adalah ujian nyata keseriusan negara dalam menghormati demokrasi dan kemanusiaan. Jk/red

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Said Abdullah Usulkan Syarat Minal 21 Kursi Parlemen
Salamuddin Daeng: BI Wajib Selaraskan Kebijakan Pengendalian DHE SDA Sesuai Amanat Pasal 33 UUD 1945
Resmi, PN Solo Tetapkan KGPH Purboyo Bergelar Pakubuwono XIV
Ratusan Kepala Daerah Terima Penghargaan UHC Awards 2026
Konsisten dalam Kebaikan, Praneda Care Foundation Kembali Hadir di Aceh Tamiang Berikan Bantuan
Jakarta Dilanda Cuaca Ekstrem, Pemprov Terapkan WFH dan PJJ
UMSURA dan PTA Surabaya Gelar Seminar Internasional, Bahas Ketahanan Peradilan Agama di Era Disrupsi
KPK Benarkan Bupati Sadewo Ikut Terjaring OTT

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 14:39 WIB

Said Abdullah Usulkan Syarat Minal 21 Kursi Parlemen

Minggu, 1 Februari 2026 - 13:55 WIB

Salamuddin Daeng: BI Wajib Selaraskan Kebijakan Pengendalian DHE SDA Sesuai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Kamis, 29 Januari 2026 - 15:53 WIB

Resmi, PN Solo Tetapkan KGPH Purboyo Bergelar Pakubuwono XIV

Kamis, 29 Januari 2026 - 12:35 WIB

Ratusan Kepala Daerah Terima Penghargaan UHC Awards 2026

Sabtu, 24 Januari 2026 - 13:09 WIB

Konsisten dalam Kebaikan, Praneda Care Foundation Kembali Hadir di Aceh Tamiang Berikan Bantuan

Berita Terbaru