Tak Hanya Dikeluhkan Melebihi Restoran, Tempat Ikan Bakar di Talangan Selalu Bikin Macet

- Admin

Jumat, 28 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep – Tempat ikan bakar Talangan di Jalan Lingkar Timur Sumenep jadi pusat kemacetan lantaran keberadaan parkir yang semrawut dan tak beraturan, Jumat, 28/03/2025.

Pantauan wartawan, kemacetan itu terjadi pada pukul 17.00 – 18.00 wib dan hampir terjadi setiap hari selama bulan suci ramadhan.

Pengunjung cenderung seenak jidat memarkir kendaraannya di bahu jalan.

Semrawutnya pengunjung saat parkir di kanan maupun di kiri jalan membuat kemacetan tak terkendali. Disana juga minim petugas parkir.

Ros, pengendara asal desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep jengkel dengan kemacetan yang terjadi setiap sore di Talangan.

“Setiap kali pulang kerja macet tidak karuan hingga saya dan keluarga lambat untuk berbuka puasa,” katanya.

Ros menuding para pelaku usaha hanya memikirkan hasil tanpa memikirkan kemacetan yang terjadi.

“Pada pedagang hanya memikirkan keuntungan. Tak peduli macet atau tidak. Kroscek saja di lapangan. Parkirnya kanan- kiri tak ada yang mengatur,” tuturnya.

Tidak hanya memberikan kritik terkait keberadaan parkir yang tidak beraturan. Ros juga mengeluhkan harga ikan bakar disana yang lebih mahal dari restoran.

“Cek harga ikan bakarnya. Padahal tempat tersebut tidak bayar PAD tapi harganya melebihi dari restoran,” tuturnya.

“Di restoran makan kakap saja kisaran 60 ribuan, Gurami 50 ribuan. Disana mahalnya minta ampun padahal tidak bayar pajak,” imbuhnya.

Ia meminta Pemerintah Daerah mengambil sikap.

“Pemerintah Kabupaten Sumenep harus mengambil sikap terkait keberadaan tempat ikan Bakar di Talangan ini yang semakin hari semakin menjamur dan bikin kemacetan,” tandasnya.

Facebook Comments Box

Penulis : MN

Berita Terkait

Saat Rupiah Tembus Rp18.000, Publik Teringat Prediksi Faisal Basri tentang Krisis 2026
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Tingkatkan Intervensi Pasar
Pelemahan Rupiah Berlanjut, Industri Impor Bahan Baku Mulai Kesulitan
Puluhan Ribu Bibit Kelapa Bersertifikat Disiapkan, Sumenep Bidik Hilirisasi Perkebunan
Purbaya Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5 Persen pada 2027
Harga MinyaKita Tembus Rp21 Ribu, Pemkab Sumenep Kerahkan Warung Inflasi
Rupiah Tembus Rp17.645 per Dolar AS, Purbaya: Fundamental Ekonomi Masih Kuat
Indriato Puji Utomo Puji KA Sangkuriang Perkuat Konektivitas Banyuwangi Bandung

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:27 WIB

Saat Rupiah Tembus Rp18.000, Publik Teringat Prediksi Faisal Basri tentang Krisis 2026

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:58 WIB

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Tingkatkan Intervensi Pasar

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:03 WIB

Pelemahan Rupiah Berlanjut, Industri Impor Bahan Baku Mulai Kesulitan

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:42 WIB

Puluhan Ribu Bibit Kelapa Bersertifikat Disiapkan, Sumenep Bidik Hilirisasi Perkebunan

Rabu, 20 Mei 2026 - 09:49 WIB

Purbaya Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5 Persen pada 2027

Berita Terbaru

Opini

Indonesia Tidak Hanya Dikorupsi, Tetapi Dirampok

Minggu, 7 Jun 2026 - 06:55 WIB