Pemkab Banyuwangi Batasi Jam Operasional Ritel Modern untuk Dorong UMKM

- Admin

Sabtu, 4 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memberlakukan pembatasan jam operasional ritel modern mulai 1 April 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong pemerataan ekonomi sekaligus memperkuat daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Aturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 000.8.3/442/429.107/2026 yang diterbitkan Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi.

Dalam edaran itu disebutkan, ritel modern berjejaring hanya diperbolehkan beroperasi pukul 10.00 hingga 21.00 WIB. Sementara itu, swalayan non-berjejaring dapat buka lebih awal, yakni pukul 08.00 hingga 21.00 WIB.

Pemerintah daerah menilai, pembatasan ini diperlukan untuk memberi ruang bagi pelaku usaha kecil agar tetap mendapatkan pangsa pasar, khususnya pada jam-jam tertentu.

Perwakilan pemerintah daerah yang turut melakukan sosialisasi di lapangan, Bramuda, mengatakan kebijakan tersebut diarahkan untuk mendorong perputaran ekonomi di tingkat bawah.

“Agar pergerakan ekonomi lebih merata dan pelaku UMKM juga mendapat bagian pasar. Contohnya di Jalan Brawijaya ada warung kopi atau toko kelontong kecil yang juga buka sampai malam, nah kita arahkan agar warga bisa membeli ke mereka, ke pedagang kecil,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Banyuwangi, Yoppy Bayu Irawan, menyebutkan sebagian besar pelaku usaha telah mematuhi ketentuan tersebut.

“Sebagian besar yang sudah tahu telah mematuhi aturan yang ada,” kata Yoppy.

Satpol PP Banyuwangi juga terus melakukan sosialisasi dan pemantauan di lapangan guna memastikan seluruh pelaku usaha menaati batas waktu operasional yang telah ditetapkan.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berharap kebijakan ini dapat menciptakan keseimbangan dalam ekosistem perdagangan serta memperkuat ekonomi kerakyatan di daerah.

Facebook Comments Box

Penulis : Aldi Santoso

Editor : Novita

Berita Terkait

Saat Rupiah Tembus Rp18.000, Publik Teringat Prediksi Faisal Basri tentang Krisis 2026
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Tingkatkan Intervensi Pasar
Pelemahan Rupiah Berlanjut, Industri Impor Bahan Baku Mulai Kesulitan
Puluhan Ribu Bibit Kelapa Bersertifikat Disiapkan, Sumenep Bidik Hilirisasi Perkebunan
Purbaya Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5 Persen pada 2027
Harga MinyaKita Tembus Rp21 Ribu, Pemkab Sumenep Kerahkan Warung Inflasi
Rupiah Tembus Rp17.645 per Dolar AS, Purbaya: Fundamental Ekonomi Masih Kuat
Indriato Puji Utomo Puji KA Sangkuriang Perkuat Konektivitas Banyuwangi Bandung

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:27 WIB

Saat Rupiah Tembus Rp18.000, Publik Teringat Prediksi Faisal Basri tentang Krisis 2026

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:58 WIB

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Tingkatkan Intervensi Pasar

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:03 WIB

Pelemahan Rupiah Berlanjut, Industri Impor Bahan Baku Mulai Kesulitan

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:42 WIB

Puluhan Ribu Bibit Kelapa Bersertifikat Disiapkan, Sumenep Bidik Hilirisasi Perkebunan

Rabu, 20 Mei 2026 - 09:49 WIB

Purbaya Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5 Persen pada 2027

Berita Terbaru

Opini

Indonesia Tidak Hanya Dikorupsi, Tetapi Dirampok

Minggu, 7 Jun 2026 - 06:55 WIB