SUMENEP – Wisata Pantai Salam di Pulau Saebus, Kecamatan Sapeken, kini tak lagi sekadar dikenal sebagai destinasi alam, tetapi mulai menjelma menjadi simbol kebangkitan ekonomi berbasis masyarakat.
Pengembangan Pantai Salam diarahkan sebagai kawasan wisata partisipatif yang memadukan keindahan alam, geliat UMKM, serta kekayaan budaya lokal. Kehadiran destinasi ini diharapkan menjadi wajah baru Pulau Saebus sekaligus ruang tumbuh ekonomi warga setempat.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Tanni, pengelola Pantai Salam, mengatakan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan sejak satu bulan terakhir. Pembenahan difokuskan pada infrastruktur dasar yang ramah pengunjung.
“Perbaikan dilakukan mulai dari pagar, toilet umum, area parkir, musholla hingga gazebo. Semua untuk menciptakan kenyamanan wisatawan,” ujarnya.
Ia menegaskan, pengelolaan Pantai Salam dibangun melalui sinergi antara pemerintah desa, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan masyarakat. Prinsip transparansi serta pemberdayaan menjadi fondasi utama.
“Sinergi ini menjadi kekuatan kami. Pengelolaan dilakukan secara terbuka dengan melibatkan masyarakat agar manfaatnya benar-benar dirasakan bersama,” jelasnya.
Di era digital, peran generasi muda juga semakin menonjol. Pemuda-pemudi desa kini aktif mempromosikan Pantai Salam melalui berbagai platform media sosial seperti TikTok, Facebook, Instagram, hingga YouTube.
“Kami sadar pentingnya promosi digital. Anak-anak muda mulai aktif membuat konten dan mengelola informasi destinasi agar lebih dikenal luas,” tambah Tanni.
Sementara itu, Encung, salah satu pelaku UMKM lokal, mengaku telah mempersiapkan usahanya untuk menyambut lonjakan wisatawan pasca Lebaran.
“Liburan setelah Lebaran biasanya jadi momen panen bagi kami. Pengunjung pasti ramai seperti tahun-tahun sebelumnya,” katanya.
Berdasarkan penelusuran di lapangan, Pantai Salam direncanakan mulai dibuka tiga hari setelah Lebaran. Meski demikian, sejumlah stan dan warung milik pelaku UMKM sudah mulai tertata rapi sebagai bentuk kesiapan menyambut wisatawan.
Dengan semangat kolaborasi dan pemberdayaan, Pantai Salam diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru sekaligus destinasi unggulan di wilayah kepulauan Sumenep.(*)





