Menjaga Masa Kini, Menyelamatkan Masa Depan: Penolakan Survei Seismik di Laut Kangean

- Admin

Rabu, 17 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laut Kangean bukan sekadar bentangan air asin. Ia adalah ladang kehidupan, tempat nelayan menggantungkan nasib, tempat ibu-ibu menaruh harapan, dan tempat anak-anak bisa meraih masa depan dari hasil tangkapan orang tuanya. Laut adalah ruang budaya, ekonomi, dan identitas yang melekat pada masyarakat Kangean. Karena itu, setiap kebijakan yang berpotensi merusak laut, sama saja dengan merampas kehidupan mereka.

Survei Seismik Bukan Tanpa Dampak

Gelombang bunyi yang dilepaskan bisa mengusir ikan dari habitatnya, mengganggu biota laut, bahkan merusak terumbu karang yang telah terbentuk selama puluhan tahun. Jika ini terjadi, kerugian pertama yang harus ditanggung bukan oleh perusahaan, melainkan oleh para nelayan kecil yang setiap hari mengarungi laut untuk mencari makan.

Masyarakat Kangean menolak bukan karena mereka anti-pembangunan atau menutup diri dari perubahan. Justru mereka menolak karena ingin menjaga keberlangsungan hidup hari ini agar masa depan tetap ada. Apa gunanya janji kesejahteraan yang belum tentu datang, jika saat ini perut keluarga harus lapar? Apa artinya investasi besar, jika modal utama masyarakat—laut dan hasil tangkapannya—dihancurkan?

Pembangunan sejati mestinya berangkat dari keberpihakan pada rakyat, bukan dengan mengorbankan mereka. Jika laut rusak, siapa yang akan bertanggung jawab? Jika ikan-ikan hilang, siapa yang akan mengganti kerugian nelayan?

Penolakan Masyarakat Kangean

Adalah bentuk kesadaran ekologis sekaligus hak mereka untuk mempertahankan kehidupan. Mereka tidak menolak masa depan, tetapi menolak kehilangan masa kini. Karena tanpa masa kini yang terjaga, masa depan hanyalah janji kosong.

Suara masyarakat Kangean hari ini harus dipahami sebagai peringatan: jangan gadaikan laut demi kepentingan sesaat. Jangan tumbalkan generasi hari ini dengan iming-iming keuntungan yang belum pasti. Masyarakat Kangean hanya menuntut satu hal: hak untuk hidup layak, dari laut yang selama ini mereka jaga, mereka rawat, dan mereka warisi.

Kemana Pemerintah Ketika Rakyatnya Resah?

Apakah pemerintah akan diam melihat nelayannya kehilangan mata pencaharian?

Apakah pemerintah akan membiarkan laut dijadikan korban demi kepentingan modal?

Karena itu pemerintah harus hadir!

Hadir bukan untuk membela perusahaan, tetapi untuk melindungi rakyat.

Hadir bukan untuk menutup mata, tetapi untuk berdiri di sisi nelayan yang setiap hari berjuang di laut.

Oleh : Moh Andriansyah 

Ketua Pemuda Muhammadiyah Sumenep

Editor : Redaksi

Facebook Comments Box

Berita Terkait

MBG, Kampus, dan Politik Penjinakan Nalar Kritis
Bertumbuh, Mengakar, dan Memihak Kaum Mustad’afin
Jenderal yang Tak Menunggu Telepon
KEK Madura Harga Diri Pulau Garam
Serapan Anggaran Melambat, Disparitas Membesar
Dinamika Peran dan Kewenangan MPR–DPR RI dari Orde Lama hingga Era Reformasi
Dampak Globalisasi Terhadap Negara-Negara Miskin
Prabowonomics Manifest Dalam Perumahan Rakyat?

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:48 WIB

MBG, Kampus, dan Politik Penjinakan Nalar Kritis

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:43 WIB

Bertumbuh, Mengakar, dan Memihak Kaum Mustad’afin

Senin, 18 Mei 2026 - 13:10 WIB

Jenderal yang Tak Menunggu Telepon

Senin, 11 Mei 2026 - 22:24 WIB

KEK Madura Harga Diri Pulau Garam

Sabtu, 18 April 2026 - 10:46 WIB

Serapan Anggaran Melambat, Disparitas Membesar

Berita Terbaru

Opini

MBG, Kampus, dan Politik Penjinakan Nalar Kritis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:48 WIB

Nasional

AHY Dorong Ikastara Terus Berkontribusi untuk Kemajuan Bangsa

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:30 WIB