Surabaya – Seorang konsumen bernama Novita menyoroti layanan servis laptop di kawasan ITC setelah perangkat miliknya diduga mengalami kerusakan lebih parah usai diperbaiki di toko Berlian Teknologi. Novita menilai pihak toko tetap memiliki tanggung jawab karena sejak awal telah menerima unit untuk diservis.
Novita menjelaskan, laptop mulai diservis sejak 25 Desember 2025. Saat diserahkan, perangkat masih dalam kondisi dapat menyala meski mengalami kendala pada charger. Namun setelah melalui proses perbaikan, laptop justru dinyatakan “mati total” oleh teknisi.
“Awalnya masih nyala, hanya masalah charger. Tapi setelah diservis malah jadi mati total,” ujar Novita.
Menurut Novita, keputusan pihak toko yang menerima laptop untuk diperbaiki menjadi poin penting. Ia menilai, jika sejak awal perangkat benar-benar dalam kondisi mati total dan tidak bisa diperbaiki, seharusnya ada penjelasan sejak awal, bukan setelah proses berjalan.
Sementara itu, pihak toko Berlian Teknologi memberikan keterangan singkat bahwa laptop sudah dalam kondisi mati total sejak awal dan tidak dapat diperbaiki. “Memang sudah mati dari awal, dan tidak bisa diperbaiki ” ujarnya singkat.
Perbedaan keterangan ini menunjukkan belum adanya titik temu antara kedua pihak. Novita tetap beranggapan kondisi laptop berubah setelah ditangani, sementara pihak toko bertahan pada klaim awal.
Hingga berita ini ditulis, belum ada penyelesaian resmi terkait sengketa tersebut. Novita berharap adanya itikad baik serta kejelasan tanggung jawab dari pihak toko, mengingat perangkat telah diterima dan sempat ditangani oleh pihak servis.
Penulis : Mahmudi
Editor : Redaksi





