Jakarta – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menginisiasi langkah ambisius untuk mengubah situs-situs warisan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang belum termanfaatkan secara optimal menjadi ruang budaya dan edukasi interaktif, termasuk museum.
Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memaksimalkan pemanfaatan aset bersejarah sekaligus memperkuat promosi budaya nasional. Rencana tersebut saat ini tengah dijajaki melalui kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan Danantara.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (3/4), Fadli Zon menegaskan pentingnya transformasi aset bersejarah menjadi ruang publik yang produktif. Menurutnya, revitalisasi ini tidak hanya menjaga nilai historis, tetapi juga memberikan manfaat edukatif dan ekonomi bagi masyarakat.
“Bangunan-bangunan bersejarah ini harus dihidupkan kembali sebagai pusat kebudayaan yang dinamis,” ujarnya.
Kolaborasi Lintas Sektor
Fadli menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kerja sama lintas sektor. Selain pemerintah dan BUMN, keterlibatan pihak swasta serta komunitas dinilai krusial dalam pengelolaan dan pengembangan situs budaya secara berkelanjutan.
Langkah ini juga diharapkan mampu mengoptimalkan potensi aset negara yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal, sekaligus menjadikannya destinasi edukasi dan wisata yang menarik.
Gedung Jasa Raharja Disiapkan Jadi Museum
Sebagai proyek percontohan, pemerintah menyoroti gedung milik Jasa Raharja yang berada di kawasan Kota Tua Jakarta. Bangunan bersejarah tersebut direncanakan akan dikembangkan menjadi museum fotografi dan film.
Menurut Fadli Zon, Indonesia masih kekurangan fasilitas museum yang secara khusus menampilkan arsip fotografi dan perfilman, padahal koleksi yang dimiliki cukup melimpah.
“Film adalah medium strategis yang mampu menggabungkan berbagai ekspresi budaya seperti teater, tari, musik, hingga kuliner dalam satu narasi,” jelasnya.
Museum ini nantinya diharapkan tidak hanya menjadi ruang pamer, tetapi juga pusat edukasi dan kreativitas yang mampu menarik minat generasi muda maupun wisatawan.
Dukungan dan Dampak Pariwisata
Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana tersebut. Ia menilai bahwa aset bersejarah perusahaan perlu dilestarikan sekaligus dimanfaatkan secara produktif.
“Bangunan ini bukan sekadar aset perusahaan, melainkan bagian dari warisan yang harus dijaga dan dihidupkan kembali,” ujarnya.
Ia juga meyakini bahwa proyek ini akan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata, khususnya di kawasan Kota Tua. Kehadiran museum baru diyakini mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap pemanfaatan situs warisan BUMN tidak hanya berhenti pada pelestarian, tetapi juga menjadi motor penggerak kebudayaan dan pariwisata nasional.
Sumber Berita: Antaranews





