Tak Sekadar Ngopi, Dr. Naghfir Soroti Pentingnya Literasi Kopi bagi Ekonomi Rakyat

- Admin

Minggu, 28 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI  – Di tengah menjamurnya budaya ngopi di kawasan perkotaan, Direktur Naghfir’s Institute Study, Dr. Naghfir, S.H.I., S.H., M.Kn., memilih menelusuri akar industri kopi secara langsung. Pada Sabtu (27/12/2025), ia melakukan kunjungan studi ke Rumah Kopi Banyuwangi untuk mempelajari proses produksi kopi dari hulu hingga hilir.

Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat literasi kopi, tidak hanya bagi penikmat, tetapi juga petani dan pelaku industri kopi lokal. Naghfir menilai, pemahaman menyeluruh terhadap rantai produksi menjadi kunci agar kopi Indonesia tidak berhenti sebagai komoditas konsumsi, melainkan mampu menjadi penggerak ekonomi rakyat.

“Kopi lahir dari proses panjang yang sering kali tidak terlihat. Mulai dari tanah, kerja keras petani, hingga pengolahan yang sangat menentukan nilai jual,” ujar Naghfir di sela kunjungan.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selama berada di Rumah Kopi Banyuwangi, Naghfir mengikuti secara langsung tahapan pengolahan kopi, mulai dari panen hingga pascapanen. Ia mempelajari sejumlah metode pengolahan, di antaranya olah kering dan olah basah, termasuk wine process robusta yang belakangan mulai diminati pasar.

Menurutnya, pilihan metode pengolahan tidak hanya memengaruhi karakter rasa kopi, tetapi juga berdampak pada daya saing dan posisi tawar kopi lokal di pasar nasional maupun global.

Selain itu, Naghfir menyoroti kekayaan varietas kopi Nusantara seperti kopi luwak, kopi lanang, dan arabika. Ia menilai keberagaman tersebut merupakan modal besar Indonesia. Namun, tanpa pengelolaan yang berbasis pengetahuan dan pendampingan yang memadai, potensi tersebut berisiko kalah bersaing dengan dominasi industri kopi global.

“Kita memiliki kekayaan genetik dan kultural yang luar biasa. Tantangannya adalah bagaimana pengetahuan itu benar-benar dimiliki oleh petani dan pelaku di tingkat bawah, bukan hanya dikuasai pasar,” tegasnya.

Alumnus Program Doktor Ekonomi Syariah Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang itu juga melihat kopi sebagai medium sosial yang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, kopi sejak lama menjadi ruang perjumpaan lintas daerah dan kelas sosial, sekaligus simpul yang merekatkan masyarakat Nusantara.

“Kopi adalah perekat peradaban. Ia mempertemukan orang-orang dari latar belakang berbeda dalam satu meja,” ungkapnya.

Melalui penguatan literasi kopi, Naghfir berharap tumbuh kesadaran kolektif untuk menjaga keberlanjutan ekosistem kopi, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menempatkan kopi sebagai bagian strategis dari pembangunan ekonomi berbasis rakyat. Ia menilai, tanpa perubahan cara pandang, kopi Indonesia akan terus berada di posisi marginal dalam rantai nilai global. (Jk/red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kandang Kuda ke Cuan, Pemuda Sumenep Raup Jutaan dari Kebun Selada
Prabowo Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik VKTR di Magelang
Kenaikan Harga Plastik Picu Kekhawatiran – Pemkot Surabaya Lakukan Antisipasi
BBM Langka di Saur Saebus, Aktivitas Warga Sapeken Terancam Lumpuh
Pengusaha Ritel Banyuwangi Minta Penertiban Toko 24 Jam, Soroti Ketimpangan Aturan
Tiket Pesawat Naik 9–13 Persen, Pemerintah Gelontorkan Subsidi Rp 2,6 Triliun
Pesta Durian Sepuasnya di Banyuwangi, Ini Keseruan Durian Fest 2026
Pemkab Banyuwangi Batasi Jam Operasional Ritel Modern untuk Dorong UMKM

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 09:47 WIB

Kandang Kuda ke Cuan, Pemuda Sumenep Raup Jutaan dari Kebun Selada

Kamis, 9 April 2026 - 11:08 WIB

Prabowo Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik VKTR di Magelang

Selasa, 7 April 2026 - 11:36 WIB

Kenaikan Harga Plastik Picu Kekhawatiran – Pemkot Surabaya Lakukan Antisipasi

Selasa, 7 April 2026 - 02:34 WIB

BBM Langka di Saur Saebus, Aktivitas Warga Sapeken Terancam Lumpuh

Selasa, 7 April 2026 - 02:26 WIB

Pengusaha Ritel Banyuwangi Minta Penertiban Toko 24 Jam, Soroti Ketimpangan Aturan

Berita Terbaru