Sumenep – Mengawali tahun 2026, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mathlabul Ulum Jambu, Kabupaten Sumenep, melakukan terobosan penting dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Lembaga ini resmi menggandeng chef profesional tingkat nasional guna meningkatkan kualitas, higienitas, dan standar gizi makanan yang disajikan kepada penerima manfaat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara SPPG Mathlabul Ulum Jambu dengan Chef Rully Cahyadi, Ketua Indonesian Chef Association (ICA) Madura Raya. Chef Rully dikenal sebagai praktisi kuliner berpengalaman yang telah lama berkecimpung di dunia tata boga nasional hingga internasional.
Kerja sama ini dinilai sebagai langkah progresif dan terobosan baru di Kabupaten Sumenep. SPPG Mathlabul Ulum menjadi salah satu pelopor yang melibatkan langsung tenaga chef profesional dalam pengelolaan dapur MBG, dengan tujuan memastikan setiap sajian memenuhi standar nasional, baik dari aspek gizi, kebersihan, maupun cita rasa.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pelaksanaannya, Chef Rully Cahyadi akan memberikan pendampingan dan pelatihan langsung kepada tim dapur SPPG. Materi pelatihan meliputi teknik pengolahan bahan pangan yang benar, manajemen dapur, penerapan standar kebersihan dan keamanan pangan, hingga penyusunan menu bergizi seimbang tanpa mengesampingkan selera makan penerima manfaat.
Kepala SPPG Yayasan Mathlabul Ulum, Moch. Anwar Effendy, menyampaikan apresiasinya atas terwujudnya kolaborasi tersebut. Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk keseriusan SPPG Mathlabul Ulum dalam menjalankan program MBG secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.
“Dengan pendampingan chef profesional, kami ingin memastikan makanan yang disajikan benar-benar layak, bergizi, dan berkualitas. Program MBG bukan sekadar pemenuhan kewajiban, melainkan tanggung jawab moral kami kepada masyarakat,” ujar Moch. Anwar, Senin (awal Januari 2026).
Ia juga mengapresiasi peran Ketua Yayasan Mathlabul Ulum, K.H. Imam Khodri TF, yang dinilai memiliki komitmen kuat terhadap peningkatan kualitas layanan gizi. Menurutnya, inisiatif langsung dari pimpinan yayasan menjadi faktor penting terealisasinya kerja sama tersebut.
“Dukungan penuh dari Ketua Yayasan menjadi motivasi besar bagi kami. Harapannya, SPPG Mathlabul Ulum dapat terus berbenah dan menjadi rujukan bagi SPPG lain, khususnya di Kabupaten Sumenep,” tambahnya.
Melalui langkah strategis ini, SPPG Mathlabul Ulum Jambu menegaskan bahwa pelaksanaan program MBG tidak dijalankan secara administratif semata, tetapi diarahkan pada pelayanan pangan yang profesional, bermutu, dan berorientasi pada peningkatan kualitas gizi masyarakat.
Terobosan tersebut sekaligus memperkuat posisi SPPG Mathlabul Ulum sebagai pelopor peningkatan standar layanan MBG di Sumenep, serta menghadirkan harapan baru bagi tersedianya pangan sehat, layak, dan bermartabat bagi para penerima manfaat.





