SUMENEP – Forum Komunikasi Kepala Sekolah (FKKS) Kabupaten Sumenep melakukan studi banding ke Pondok Pesantren Amanatul Ummah untuk mempelajari secara langsung sistem pengelolaan lembaga pendidikan, pola pembinaan peserta didik, serta praktik pembelajaran yang diterapkan di pesantren tersebut.
Rombongan FKKS diterima oleh pengurus Pondok Pesantren Amanatul Ummah dan mengikuti rangkaian kegiatan yang berfokus pada pemaparan program, diskusi, serta observasi langsung proses pendidikan dan fasilitas penunjang.
Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Prof. Dr. Hj. Asep Syaifuddin, menegaskan bahwa kemajuan lembaga pendidikan tidak lahir secara instan, melainkan melalui kesatuan arah, keteladanan pimpinan, dan pola pendidikan yang berorientasi pada pembinaan manusia.
“Lembaga bisa maju jika seluruh unsur di dalamnya berjalan searah dan kompak. Pimpinan harus banyak riyadhoh, dan guru harus memperlakukan murid seperti anak sendiri-mengayomi, mendidik, dan mengarahkan,” tegas Prof. Asep.
Ia juga menjelaskan bahwa Pondok Pesantren Amanatul Ummah berdiri mulai tahun 2006 dan menyelenggarakan pendidikan MBI (Madrasah Bertaraf Internasional). Sejumlah program unggulan dijalankan dengan memadukan kurikulum formal, tahfidz, dan muadalah sebagai basis pembinaan santri.

Ketua FKKS Kabupaten Sumenep, Masyhuri, menyatakan bahwa studi banding tersebut memberi perspektif baru bagi para kepala sekolah, terutama dalam hal konsistensi pengelolaan lembaga dan keteladanan kepemimpinan.
“Kami melihat langsung bahwa kunci kekuatan Amanatul Ummah ada pada kesatuan visi, keteladanan pimpinan, dan konsistensi menjalankan program. Ini menjadi pelajaran penting bagi kami untuk diterapkan sesuai konteks sekolah di Sumenep,” ujar Masyhuri .
Diskusi dan tanya jawab berlangsung aktif. Para peserta menggali pengalaman terkait manajemen kelembagaan, pembinaan guru, serta strategi menjaga mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Kegiatan dilanjutkan dengan school tour untuk melihat fasilitas pesantren dan aktivitas belajar mengajar. Observasi ini memberi gambaran nyata tentang sistem pendidikan yang dijalankan secara terstruktur.
Sebagai kesimpulan kegiatan, peserta mencatat tiga poin utama, yakni: kemajuan lembaga hanya dapat dicapai jika seluruh unsur berjalan sejalan dan kompak; pimpinan memiliki kekuatan spiritual melalui riyadhoh; serta kepala sekolah dan guru memperlakukan peserta didik dengan pendekatan pengasuhan layaknya anak sendiri.
Dengan berbagai terobosan yang dijalankan secara istiqamah oleh pengasuh, pengurus, dan para asatidz, Pondok Pesantren Amanatul Ummah dinilai berhasil membangun manajemen pendidikan yang kuat hingga melahirkan kualitas pendidikan bertaraf internasional.
FKKS Kabupaten Sumenep berharap hasil studi banding ini dapat menjadi referensi dalam meningkatkan mutu pendidikan di daerah.





