Puluhan Santriwati Diduga Dicabuli Oknum Lora, Polda Jatim Dipaksa Turun Tangan!

- Admin

Kamis, 4 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya – Polda Jawa Timur resmi menangani laporan dugaan pencabulan yang melibatkan oknum santri senior (lora) di salah satu pondok pesantren di Desa Paterongan, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, Madura.

Terlapor berinisial UF (Umar Faruk) diduga telah melakukan tindakan asusila terhadap lebih dari 30 santriwati, termasuk pelajar tingkat Tsanawiyah dan Aliyah.

Laporan resmi diajukan bernomor LP/B/1727/XI/2025/SPKT/Polda Jatim itu masuk pada Senin (1/12/2025) 1 Desember 2025, setelah kasus mencuat ke publik menyusul kabar kabur seorang santriwati pada malam hari usai berinteraksi dengan pelaku.

Informasi tersebut menyebar luas di kalangan warga dan memicu kekhawatiran di masyarakat.

Seorang warga setempat berinisial MM mengakui telah mengetahui kasus ini sejak awal, namun memilih diam atas permintaan pihak pondok agar tidak menimbulkan kegaduhan.

Namun, pada Rabu (3/12/2025), MM angkat bicara dan menyatakan bahwa korban diperkirakan mencapai 18 orang.

“Iya, memang ada oknum lora yang mencabuli santrinya. Katanya korbannya sampai 18 orang, dari tingkatan Aliyah dan juga Tsanawiyah,” ujarnya.

MM juga menyebut bahwa sebagian korban telah lulus dari pesantren. Bahkan, beredar kabar adanya korban yang hamil, meski hal tersebut belum bisa diverifikasi secara resmi.

Kasus ini mendapat perhatian serius dari lembaga perlindungan perempuan.

Salah satu korban yang menggunakan nama samaran Melati telah melapor ke Polda Jatim, didampingi Direktur Muslimah Humanis Indonesia (MHI), Mutmainnah.

“Ini bukan sekadar isu, tetapi benar adanya bahwa pencabulan terjadi di salah satu ponpes di Kecamatan Galis. Laporannya sudah kami serahkan ke Polda Jatim,” tegas Mutmainnah.

Ia menambahkan bahwa banyak korban lain masih takut melapor karena trauma berat.

Saat ini, MHI fokus memberikan pendampingan psikologis sekaligus mengumpulkan data untuk mengungkap modus dan jumlah pasti korban.

Sementara itu, sejumlah alumni dan tokoh pesantren dilaporkan berupaya menjaga stabilitas situasi agar reputasi lembaga pendidikan tersebut tidak semakin tercoreng.

Seorang sumber menyebut UF bersedia menyerahkan diri, namun meminta agar nama pesantren tidak dikaitkan secara negatif dalam pemberitaan.

“Pelaku siap menyerahkan diri, tapi meminta agar nama pondok tidak diburuk-burukkan,” kata sumber tersebut.

Polda Jawa Timur hingga kini belum memberikan keterangan resmi terkait status penyelidikan. Namun, pihak kepolisian dipastikan telah membuka proses hukum untuk mengusut tuntas dugaan kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur ini.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Heru Subagia Tegaskan Hukum Harus Jadi Panglima dalam Kasus Ilma Sani Fitriana
Bareskrim Dalami Dugaan Mafia Tanah Keranga, Pejabat BPN Manggarai Barat Dipanggil
Anak Ahmad Bahar Laporkan Hercules ke Polda Metro Jaya Terkait Dugaan Penyekapan
Polisi Selidiki Pencurian Mobil Rocky Milik Anggota HIPMI di Tol KM 3,8 Jakbar
Aktivis Kangean Kecam Pelepasan Terduga Curanmor, Polisi Diminta Profesional
Lagi! Rokok Marbol Tertangkap di Madiun, Publik Tekan Bea Cukai Madura Usut Hulu Produksi
Apresiasi Kinerja Polres Sumenep, Kuasa Hukum Harap Penyidik Segera Tetapkan Tersangka
Kuasa Hukum Desak Pelimpahan Tahap II Kasus Dugaan Penipuan Investasi di Sumenep

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:01 WIB

Heru Subagia Tegaskan Hukum Harus Jadi Panglima dalam Kasus Ilma Sani Fitriana

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:38 WIB

Bareskrim Dalami Dugaan Mafia Tanah Keranga, Pejabat BPN Manggarai Barat Dipanggil

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:18 WIB

Anak Ahmad Bahar Laporkan Hercules ke Polda Metro Jaya Terkait Dugaan Penyekapan

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:57 WIB

Polisi Selidiki Pencurian Mobil Rocky Milik Anggota HIPMI di Tol KM 3,8 Jakbar

Selasa, 12 Mei 2026 - 06:50 WIB

Aktivis Kangean Kecam Pelepasan Terduga Curanmor, Polisi Diminta Profesional

Berita Terbaru