Sumenep – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadliyah (PC IMM) Sumenep mengecam keras aksi teror berupa penyiraman air keras terhadap aktivis HAM dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026, di kawasan Salemba, Jakarta.
Berdasarkan informasi yang beredar, korban diserang oleh dua orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor. Pelaku mendekati korban yang saat itu sedang berkendara usai menghadiri diskusi dan rekaman podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Para pelaku kemudian menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah wajah dan tubuh korban.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka bakar serius pada beberapa bagian tubuh, termasuk wajah, dada, tangan, dan mata. Saat ini korban masih menjalani perawatan intensif akibat luka bakar yang dilaporkan mencapai sekitar 24 persen.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
PC IMM Sumenep, Mohammad Rafiq, menilai tindakan tersebut bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan bentuk teror yang mengancam kebebasan sipil serta keselamatan para aktivis dan pembela hak asasi manusia di Indonesia. Serangan terhadap aktivis dipandang sebagai ancaman serius bagi kehidupan demokrasi, karena ruang kritik dan advokasi publik tidak boleh dibungkam dengan cara-cara kekerasan.
“Negara memiliki kewajiban konstitusional untuk menjamin keamanan setiap warga negara, termasuk para aktivis yang bekerja mengawal demokrasi dan memperjuangkan hak-hak masyarakat,” ujarnya.
Dalam pernyataannya, PC IMM Sumenep menyampaikan beberapa sikap tegas, di antaranya:
- Mengecam keras tindakan penyiraman air keras terhadap aktivis yang dinilai sebagai tindakan biadab dan tidak berperikemanusiaan.
- Mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasus ini secara transparan dan profesional serta menangkap pelaku beserta aktor intelektual di balik serangan tersebut.
- Mendesak negara untuk menjamin perlindungan terhadap para aktivis, jurnalis, dan masyarakat sipil yang menjalankan fungsi kontrol terhadap kekuasaan.
- Mengajak seluruh elemen masyarakat sipil untuk bersolidaritas melawan segala bentuk intimidasi dan kekerasan terhadap aktivis.
PC IMM Sumenep menegaskan bahwa demokrasi tidak boleh dibangun di atas rasa takut. Setiap upaya pembungkaman terhadap suara kritis merupakan kemunduran bagi kehidupan demokrasi di Indonesia.
Melalui rilis ini, PC IMM Sumenep berharap aparat penegak hukum dapat bertindak cepat dan tegas untuk mengungkap pelaku serta memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang, sehingga para aktivis dan masyarakat sipil dapat menjalankan perannya dengan aman dalam kehidupan demokrasi.





