Kemendikdasmen Perpanjang Aktivasi Rekening Penerima PIP hingga 13 Maret 2026

- Admin

Sabtu, 7 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendasmen) kembali memperpanjang masa aktivasi rekening penerima bantuan pendidikan Program Indonesia Pintar (PIP). Perpanjangan dilakukan agar lebih banyak siswa dapat mencairkan dana bantuan tersebut.

Kepala Puslapdik Kemendikdasmen, Andhika Ganendra, mengatakan masa aktivasi diperpanjang hingga 13 Maret 2026. Menurutnya, batas waktu ini sekitar satu minggu sebelum libur Idulfitri 1447 Hijriah.

“Diperpanjang sampai sebelum Lebaran. Seharusnya hingga 28 Februari untuk aktivasi rekening tapi kemudian kita perpanjang,” kata Andhika dalam keterangan tertulis, Sabtu, 7 Maret 2026.

Menurutnya, banyak calon penerima PIP belum melakukan aktivasi rekening bantuan pendidikan. Akibatnya, dana bantuan masih mengendap di rekening penerima.

Dana yang tidak diambil hingga batas waktu akan dikembalikan ke kas negara. Karena itu, pemerintah memberi tambahan waktu bagi para penerima.

Langkah ini diharapkan meningkatkan penyerapan dana PIP. “Biasanya dana dikembalikan bulan Maret, tetapi kami meminta izin memperpanjang pengembalian,” ujarnya

Siswa dapat mengecek status penerima melalui Sistem Informasi Program Indonesia Pintar atau SIPINTAR. Pengecekan juga dapat dilakukan melalui laman resmi PIP.

Proses aktivasi rekening dilakukan di bank penyalur sesuai jenjang pendidikan. Aktivasi dapat dilakukan dengan bantuan orang tua atau pihak sekolah.

Bank penyalur berbeda sesuai jenjang pendidikan penerima bantuan. BRI melayani SD dan SMP, sementara BNI melayani SMA dan SMK.

Khusus wilayah Aceh, aktivasi rekening dilakukan melalui Bank Syariah Indonesia. Bank tersebut melayani seluruh jenjang pendidikan di provinsi tersebut.

Program Indonesia Pintar merupakan bantuan pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Program ini bertujuan mencegah putus sekolah karena kendala biaya pendidikan. (Ris/red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemerintah Pastikan Tak Naikkan Tarif Pajak, Fokus Perluas Basis Penerimaan Negara
Kejagung Terima Pelimpahan Tiga Kasus Korupsi, 74 Kg Emas dan Valas Miliaran Disita
Gempa Magnitudo 3,0 Guncang Cilacap, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
BRIN: Satelit Jadi Fondasi Kedaulatan Digital Indonesia di Usia 50 Tahun Palapa
KPK OTT Bupati Langkat Syah Afandin, Diduga Terkait Suap Proyek
Prabowo Minta Polri Jaga Kepercayaan Rakyat dan Terus Berbenah
Prabowo Hadiri Penutupan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan
Roy Suryo dan dr Tifa Dikabarkan Ditangkap Polisi Terkait Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:59 WIB

Pemerintah Pastikan Tak Naikkan Tarif Pajak, Fokus Perluas Basis Penerimaan Negara

Sabtu, 11 Juli 2026 - 08:57 WIB

Kejagung Terima Pelimpahan Tiga Kasus Korupsi, 74 Kg Emas dan Valas Miliaran Disita

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:17 WIB

Gempa Magnitudo 3,0 Guncang Cilacap, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:09 WIB

BRIN: Satelit Jadi Fondasi Kedaulatan Digital Indonesia di Usia 50 Tahun Palapa

Sabtu, 4 Juli 2026 - 04:18 WIB

KPK OTT Bupati Langkat Syah Afandin, Diduga Terkait Suap Proyek

Berita Terbaru