Sumenep – Seorang driver ojek online (ojol) meninggal dunia usai ditabrak mobil lapis baja milik Brimob di Jalan Peramburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (28/8) malam. Detik-detik insiden tabrakan itu terekam dalam sebuah video viral di media sosial dan beredar di gorup-gorup whatsapp.
Tindakan brutal yang diduga dilakukan oleh aparat Brimob hingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa dari kalangan masyarakat sipil, menuai amarah di berbagai kalangan, termasuk dari aktivis mahasiswa.
Ketua Umum PC IMM Sumenep, Moh. Ridho Ilahi Robbi, mengecam tindakan aparat yang dinilainya sebagai bentuk pelanggaran terhadap nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana negara menggunakan aparatus kekuasaannya untuk membungkam suara rakyat. Ini bukan lagi sekadar tindakan represif ini adalah bentuk nyata pembantaian terhadap warga negara yang sedang menuntut keadilan,” ujar Ridho.
Lebih lanjut, Ridho menegaskan bahwa mahasiswa tidak akan tinggal diam terhadap praktik kekerasan yang dilakukan secara sistematis dan dibiarkan begitu saja oleh negara.
“Jika aparat masih merasa kebal hukum dan dibiarkan terus melakukan kekerasan, maka jangan salahkan jika kemarahan rakyat suatu hari nanti tak bisa lagi dibendung. Jangan sampai amarah rakyat membakar negeri ini,” tegasnya.
Ia juga meminta agar pemerintah dan institusi kepolisian bertindak cepat dan tegas dalam mengusut tuntas peristiwa ini. “Pecat komandan lapangan, adili pelaku yang bertanggung jawab, dan pulihkan kepercayaan publik! Kalau tidak, rakyat akan mengambil langkahnya sendiri,” katanya.
Menurut Ridho, demokrasi yang diperjuangkan dengan darah dan air mata tidak boleh dikoyak begitu saja oleh kebrutalan oknum aparat.
Pernyataan keras dari PC IMM Sumenep ini menjadi salah satu dari sekian banyak suara mahasiswa di seluruh Indonesia yang mulai menggeliat, menyuarakan perlawanan atas tindakan kekerasan negara terhadap rakyat sipil. (An/red)





