Jakarta — Suasana Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dipenuhi haru dan kehangatan pada Sabtu pagi (21/3/2026). Para tahanan tampak menunggu dengan penuh harap, sementara keluarga datang membawa hantaran makanan dan senyum kebahagiaan dalam momentum Idulfitri.
Gema takbir berkumandang dari masjid KPK, menandai pelaksanaan salat Idulfitri berjamaah. Setiap langkah dan sapaan menghadirkan momen kebersamaan yang langka di balik jeruji rumah tahanan.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan layanan khusus Idulfitri ini merupakan wujud komitmen lembaga dalam menjaga hak asasi manusia.
“Setiap tahanan tetap memperoleh kesempatan menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing,” ujarnya.
Salat Idulfitri digelar pukul 06.30 hingga 08.00 WIB. Setelah itu, tahanan menerima hantaran makanan dari keluarga pada pukul 09.00 hingga 11.00 WIB, dilanjutkan dengan pertemuan singkat mulai pukul 10.00 hingga 13.00 WIB.
KPK mencatat terdapat 81 tahanan di rutan, terdiri dari 41 orang di Gedung Merah Putih (K4) dan 40 orang di Gedung C1. Dari jumlah tersebut, sebanyak 67 orang beragama Islam mengikuti layanan khusus Idulfitri.
Lembaga antirasuah itu menegaskan seluruh layanan berlangsung tertib dan aman. Proses penegakan hukum tetap berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap hak dasar setiap individu.
Sementara itu, Bupati nonaktif Pati, Sudewo, turut mengikuti salat Idulfitri di rutan. Ia menyampaikan ucapan selamat Idulfitri kepada masyarakat Kabupaten Pati sekaligus memohon maaf lahir dan batin.
“Selamat Hari Raya Idulfitri kepada warga Kabupaten Pati. Mohon maaf lahir dan batin, semoga kita semua segera melewati ujian dan cobaan ini,” ujarnya.
Ia juga mengaku terus mendoakan kemajuan pembangunan di Kabupaten Pati di berbagai sektor, serta berharap kesejahteraan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia semakin meningkat.
Momen Idulfitri di KPK ini menjadi potret hangat kebersamaan. Pertemuan antara tahanan dan keluarga menghadirkan nuansa spiritual yang jarang terlihat dalam keseharian di balik tembok rutan.(*)





