SUMENEP — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumenep terus mempertegas perannya sebagai motor penggerak kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang terarah dan berkelanjutan. Berbagai program pemberdayaan dijalankan untuk menjangkau kebutuhan warga di sektor pendidikan, ekonomi, kesehatan, keagamaan, hingga kemanusiaan.
Salah satu program yang dirasakan langsung manfaatnya adalah Sumenep Makmur, yang menyasar penguatan usaha mikro dan kecil. Melalui program ini, BAZNAS Sumenep menyalurkan bantuan sarana usaha berupa rombong dagang kepada pelaku UMKM guna meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
Mar’atul Fadilah, warga Jalan Trunojoyo Gang Buntu, Desa Kolor, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, menjadi salah satu penerima bantuan tersebut. Ia mengaku terbantu dengan adanya rombong usaha yang membuat aktivitas berdagangnya lebih tertata dan layak.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami berterima kasih kepada BAZNAS Sumenep. Bantuan rombong melalui program Sumenep Makmur ini sangat berarti untuk menunjang usaha kami sehari-hari,” ujar Mar’atul, Rabu (31/1).
Selain menyampaikan apresiasi, Mar’atul juga berharap BAZNAS Sumenep terus diberi kekuatan dalam menjalankan amanah pengelolaan zakat dan semakin dipercaya masyarakat. Menurutnya, kehadiran BAZNAS sangat membantu warga kecil dalam meningkatkan taraf hidup.
“Semoga BAZNAS Sumenep selalu diberi kelancaran, amanah, dan keberkahan, sehingga terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan,” tuturnya.
Ketua BAZNAS Sumenep, Ahmad Rahman, menegaskan bahwa zakat yang dikelola lembaganya diarahkan sebagai instrumen pemberdayaan, bukan sekadar bantuan jangka pendek. Seluruh program dirancang untuk memberi dampak berkelanjutan bagi peningkatan kesejahteraan mustahik.
“Kami berkomitmen mengelola dana zakat secara tepat sasaran, transparan, dan berorientasi pada dampak jangka panjang,” kata Ahmad Rahman.
Ia menjelaskan, program BAZNAS Sumenep terintegrasi dalam tiga klaster utama, yakni Sumenep Cerdas, Sumenep Makmur, dan Sumenep Peduli. Pada klaster pendidikan (Sumenep Cerdas), BAZNAS menjalankan Beasiswa Cendekia bagi mahasiswa kurang mampu agar tetap dapat melanjutkan pendidikan tinggi. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus mata rantai kemiskinan.
Di sektor ekonomi, klaster Sumenep Makmur difokuskan pada penguatan kemandirian usaha masyarakat melalui program Kita Jaga Usaha, yang meliputi bantuan modal kerja, sarana usaha seperti gerobak, serta pendampingan UMKM agar mampu bertahan dan berkembang.
Sementara pada klaster kesehatan, BAZNAS Sumenep mengimplementasikan program Sumenep Sehat, yang memberikan dukungan layanan kesehatan dan bantuan kebutuhan dasar bagi masyarakat kurang mampu, termasuk pendampingan sosial kemanusiaan.
Untuk klaster keagamaan dan sosial, BAZNAS menyalurkan insentif bagi imam masjid dan guru ngaji, khususnya di wilayah terpencil. Program lainnya mencakup bantuan sarana ibadah seperti sound system masjid dan musala, dukungan bagi organisasi kemasyarakatan Islam, serta bantuan bagi mualaf sebagai upaya penguatan sosial-keagamaan.
Adapun pada klaster kemanusiaan (Sumenep Peduli), BAZNAS Sumenep menjalankan program Bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi fakir miskin. Lembaga ini juga memberikan bantuan evakuasi atau pemulangan jenazah pekerja migran Indonesia (PMI) yang meninggal dunia di luar negeri sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga yang ditinggalkan.
Menurut Ahmad Rahman, seluruh program tersebut dilaksanakan melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan, agar penyaluran zakat benar-benar tepat sasaran.
“Tujuan utama kami adalah pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan. Zakat harus mampu mengangkat martabat mustahik agar lebih mandiri dan sejahtera,” tegasnya.
Dengan pengelolaan ZIS yang akuntabel dan berorientasi pada pemberdayaan, BAZNAS Sumenep diharapkan terus menjadi pilar penguatan kesejahteraan serta ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat Kabupaten Sumenep secara berkelanjutan. (Jk/red)





