9 Nelayan Raas Ditangkap Australia, Bupati Sumenep Siapkan Langkah Pemulangan

- Admin

Sabtu, 10 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP – Bupati Sumenep, Jawa Timur, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyatakan akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mengupayakan pemulangan sembilan nelayan asal Desa Tonduk, Kecamatan Raas, yang diamankan otoritas Australia karena diduga memasuki wilayah perairan negara tersebut saat melaut.

Fauzi menyampaikan hal itu di Sumenep, Sabtu (10/10/2026). Menurut dia, para nelayan tersebut diduga melewati batas perairan Australia ketika mencari ikan.

“Ini kan, sebenarnya bukan ingin melampaui batas. Tapi, ya itulah, saking semangatnya mencari ikan, akhirnya sampai bergeser ke Australia,” kata Fauzi.

Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sumenep akan berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, guna menindaklanjuti upaya pemulangan para nelayan tersebut.

“Nanti kami akan koordinasikan kembali dengan pihak terkait, OPD teknis,” ujarnya.

Fauzi menambahkan, Pemkab Sumenep pernah melakukan upaya pemulangan nelayan dalam kasus serupa sekitar enam tahun lalu. Pengalaman tersebut akan menjadi salah satu pertimbangan dalam menindaklanjuti kasus kali ini.

“Sekitar enam tahun lalu, nanti kami upayakanlah,” katanya.

Sebelumnya, sembilan nelayan asal Desa Tonduk, Kecamatan Raas, diamankan otoritas Australia saat melaut menggunakan kapal KM Rukun Desa yang dinakhodai Mupaher.

Delapan anak buah kapal (ABK) lainnya masing-masing bernama Hairi, Aes, Rudi, Hamsu, Heri, Beging, Ulum, dan Sahidi.

Berdasarkan dokumen Konsulat Republik Indonesia (KRI) di Darwin, Australia, bernomor B-00261/DARWIN/261002, kesembilan nelayan tersebut tercatat tidak memiliki riwayat pelanggaran hukum sebelumnya.

Mereka diduga mencari teripang dan hiu untuk diambil siripnya di wilayah Northern Territory, Australia.

Setelah diamankan, kesembilan nelayan tersebut dibawa ke Darwin dan tiba pada 28 September 2026. Dua hari kemudian, tepatnya 30 September 2026, KRI Darwin mengunjungi mereka untuk memberikan akses kekonsuleran.

Hingga kini, upaya koordinasi pemerintah daerah menjadi salah satu langkah yang disiapkan untuk menindaklanjuti pemulangan para nelayan tersebut.

Facebook Comments Box

Penulis : Mahmudi

Editor : Novita

Berita Terkait

Indonesia dan Prancis Kantongi Kesepakatan Rp62,5 Triliun, Fokus Energi, Perdagangan dan Pertahanan
Menuju Kelas Internasional, SD Muhammadiyah 18 Surabaya Teken MoU dengan MCE Singapore
Amerika Serikat Serang Venezuela: Trump Ungkap Presiden Maduro Ditangkap
Salju Langka Selimuti Arab Saudi Akibat Cuaca Ekstrem
UMSurabaya Catat Prestasi Internasional, Penelitinya Tampil di BRICS Youth Dialogue 2025
BNN Bongkar Pengendali 2 Ton Sabu: Dewi Astutik Ditangkap di Kamboja
Wapres Gibran Tegaskan Komitmen Indonesia Perjuangkan Pertumbuhan Ekonomi Global
Akhmad Ma’ruf Ikut Aksi di Depan Trump Tower, Suarakan Dukungan untuk Palestina Merdeka

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:20 WIB

9 Nelayan Raas Ditangkap Australia, Bupati Sumenep Siapkan Langkah Pemulangan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 13:25 WIB

Indonesia dan Prancis Kantongi Kesepakatan Rp62,5 Triliun, Fokus Energi, Perdagangan dan Pertahanan

Jumat, 13 Maret 2026 - 13:40 WIB

Menuju Kelas Internasional, SD Muhammadiyah 18 Surabaya Teken MoU dengan MCE Singapore

Sabtu, 3 Januari 2026 - 14:13 WIB

Amerika Serikat Serang Venezuela: Trump Ungkap Presiden Maduro Ditangkap

Sabtu, 20 Desember 2025 - 09:22 WIB

Salju Langka Selimuti Arab Saudi Akibat Cuaca Ekstrem

Berita Terbaru

Nasional

Ancaman El Nino, Pemerintah Genjot Pompanisasi Pertanian

Minggu, 4 Okt 2026 - 13:49 WIB