SUMENEP – Menjelang Hari Raya Idulfitri, Anggota DPRD Kabupaten Sumenep, Hairul Anwar, meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk memperketat pengawasan peredaran barang dan jasa, khususnya makanan dan minuman (mamin).
Langkah ini dinilai penting guna memberikan rasa aman kepada masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan konsumsi, terutama untuk keperluan bingkisan Lebaran.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Hairul menekankan perlunya langkah antisipatif agar masyarakat terlindungi dari peredaran produk yang tidak layak konsumsi, seperti makanan kedaluwarsa.
“Saya berharap kepada Dinas Perekonomian dan pemerintah daerah Kabupaten Sumenep untuk lebih ketat mengawasi peredaran barang, terutama makanan dan minuman yang berpotensi sudah kedaluwarsa,” ujar Hairul, Selasa (17/3/2026).
Menurutnya, masyarakat sering kali tergiur harga murah tanpa memperhatikan kualitas barang yang dibeli. Kondisi ini berisiko jika produk yang beredar tidak memenuhi standar keamanan konsumsi.
Selain itu, ia juga menyoroti pelaksanaan operasi pasar agar tidak hanya berfokus pada penjualan bahan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga diiringi dengan pengawasan langsung di lapangan.
“Operasi pasar itu bukan hanya menjual barang murah, tapi juga harus melakukan pemantauan di pasar. Ini penting untuk menjaga kestabilan harga serta mencegah praktik kecurangan oleh oknum pedagang,” tegasnya.
Hairul menambahkan, pengawasan intensif perlu difokuskan di pasar-pasar induk, terutama Pasar Anom Sumenep sebagai pusat aktivitas perdagangan masyarakat.
Ia pun mengimbau tim terkait untuk rutin turun ke lapangan guna memastikan seluruh barang yang diperjualbelikan aman dan layak konsumsi menjelang Lebaran.(*)





