Wartawan Advokasi Ditangkap Paksa, Warga Soroti Cara Polres Morowali Bertindak

- Admin

Senin, 5 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Morowali — Kepolisian Resor (Polres) Morowali kembali melakukan penangkapan terkait konflik agraria yang mencuat di wilayah tersebut. Kali ini, aparat menangkap Royman M. Hamid, seorang wartawan yang dikenal aktif mengawal isu lingkungan dan konflik lahan di Morowali. Penangkapan paksa itu terjadi pada Minggu, 4 Januari 2026, tidak lama setelah penangkapan aktivis lingkungan Arlan Dahrin yang sebelumnya berujung pada pembakaran Kantor PT Raihan Catur Putra (RCP).

Sejumlah warga Torete yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut mengungkapkan, penangkapan Royman diawali dengan kedatangan puluhan anggota kepolisian ke rumah Asdin, kakak dari Arlan Dahrin. Kedatangan aparat disebut disertai suara tembakan beruntun yang memicu kepanikan warga sekitar.

Firna M. Hamid, salah seorang saksi mata, mengatakan ia mendatangi lokasi setelah mendengar suara tembakan. Saat itu, seorang warga bernama Lina, yang akrab disapa Mama Arwan, disebut sempat ditodong senjata oleh aparat dan ditanyai mengenai keberadaan Royman M. Hamid.

“Warga menyampaikan bahwa Royman berada di rumah Pak Jufri Jafar, yang lokasinya tidak jauh dari rumah Asdin,” ujar Firna, mengutip keterangan di lokasi kejadian.

Mendapatkan informasi tersebut, aparat kepolisian yang dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Morowali kemudian mendatangi rumah Jufri Jafar. Berdasarkan rekaman video yang beredar luas, terlihat sejumlah anggota polisi berseragam lengkap dan membawa senjata, sementara beberapa lainnya berpakaian sipil. Kasatreskrim tampak duduk berhadapan dengan Royman di depan rumah sebelum penangkapan dilakukan.

Dalam video tersebut, Kasatreskrim menyampaikan bahwa pihaknya datang dengan kelengkapan administrasi penangkapan. Royman kemudian meminta agar dokumen penangkapan tersebut dapat didokumentasikan, dengan alasan sebagai hak hukum pihak yang akan ditangkap.

Namun, permintaan tersebut tidak dipenuhi. Aparat disebut menolak memperlihatkan atau mendokumentasikan surat penangkapan, hingga akhirnya penangkapan dilakukan secara paksa. Beberapa anggota polisi terlihat memiting leher Royman dan memegang kedua tangannya sebelum membawanya masuk ke dalam mobil polisi.

Peristiwa penangkapan ini menuai reaksi dari masyarakat setempat. Sejumlah warga menyayangkan tindakan aparat terhadap Royman M. Hamid dan Arlan Dahrin yang dinilai berlebihan. Warga menilai keduanya bukan pelaku kejahatan berat, melainkan figur yang selama ini aktif mengawal dan menyuarakan aspirasi masyarakat terkait konflik agraria dan lingkungan di Morowali.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Morowali terkait dasar hukum dan prosedur penangkapan Royman M. Hamid.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Tingkatkan Intervensi Pasar
Pemerintah Hormati Proses Hukum Wamen Imipas dan Eks Pimpinan BGN
Pesan “Hadiah Indah” di Unggahan Sony Sanjaya Picu Spekulasi Warganet
Penggeledahan Kejagung di BGN Jadi Sorotan Usai Pergantian Kepala Badan
Prabowo Ganti Pimpinan BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Kepala Baru
Pelemahan Rupiah Berlanjut, Industri Impor Bahan Baku Mulai Kesulitan
Pemerintah Percepat Rehab, Rekon Pascabencana, Anggarkan Rp100,1 Triliun hingga 2028
Pamekasan Jadi Tuan Rumah Hardiknas Jatim 2026, 24 Ribu Siswa Ikut Senam Kolosal Pecahkan Rekor MURI

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:58 WIB

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Tingkatkan Intervensi Pasar

Kamis, 4 Juni 2026 - 12:24 WIB

Pemerintah Hormati Proses Hukum Wamen Imipas dan Eks Pimpinan BGN

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:06 WIB

Pesan “Hadiah Indah” di Unggahan Sony Sanjaya Picu Spekulasi Warganet

Rabu, 3 Juni 2026 - 05:51 WIB

Penggeledahan Kejagung di BGN Jadi Sorotan Usai Pergantian Kepala Badan

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:27 WIB

Prabowo Ganti Pimpinan BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Kepala Baru

Berita Terbaru

Opini

Indonesia Tidak Hanya Dikorupsi, Tetapi Dirampok

Minggu, 7 Jun 2026 - 06:55 WIB