Banyuwangi – Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Banyuwangi Kota kembali menjalankan program tahunan “Sebar Ternak Qurban”. Tahun ini menjadi tahun ke-7 pelaksanaan program yang fokus menjangkau wilayah pelosok desa dengan minim pengkurban.
Program ini hadir sebagai upaya pemerataan distribusi daging kurban, agar tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat di daerah terpencil.
Panitia membuka berbagai skema partisipasi yang cukup fleksibel. Masyarakat dapat mengikuti iuran sapi sebesar Rp1.800.000 per orang (kelompok tujuh orang), iuran kambing Rp2.000.000 per ekor, hingga donasi hewan ternak maupun shodaqoh kurban. Bahkan, tersedia layanan jemput donasi untuk memudahkan para donatur.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua PCPM Banyuwangi Kota, Admiral Aamsyahdi, menyebut program ini sebagai bentuk nyata gerakan dakwah sosial yang berkelanjutan.
“Di tahun ketujuh ini, kami ingin manfaat kurban bisa semakin luas. Tidak hanya di kota, tapi juga sampai ke saudara-saudara kita di pelosok desa,” ujarnya.
Ketua panitia, Doni Damawan, juga mengajak masyarakat untuk ikut ambil bagian.
“Kami ingin mempermudah siapa saja yang ingin berkurban. Sistem iuran dibuat terjangkau, ditambah layanan jemput donasi. Harapannya, semakin banyak yang bisa berbagi,” katanya.

Sementara itu, Kabid KOKAM Banyuwangi, Aldi Santoso Kusumo Dewo, memastikan proses distribusi akan berjalan aman dan tepat sasaran.
“Personel KOKAM siap mengawal pendistribusian hingga ke daerah terdalam. Amanah dari para donatur akan kami jaga sebaik mungkin,” tegasnya.
Melalui kolaborasi antara Pemuda Muhammadiyah, KOKAM, dan masyarakat, program ini ditargetkan mampu meningkatkan jumlah hewan kurban yang disalurkan. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari syiar Islam yang inklusif dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.





