Sumenep – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak bencana angin puting beliung di Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan. Bencana yang terjadi dalam beberapa hari terakhir itu mengakibatkan ratusan rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Syahwan Efendi, pada Senin (2/2/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk selalu hadir dan sigap dalam menangani setiap bencana yang menimpa masyarakat.
Syahwan menyampaikan bahwa langkah cepat sangat dibutuhkan agar warga terdampak dapat segera bangkit dan kembali menjalankan aktivitas sehari-hari. Pemerintah daerah, kata dia, tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan kondisi warga terdampak melalui peninjauan langsung di lapangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pemulihan pascabencana harus dilakukan secepat mungkin agar kehidupan masyarakat dapat kembali normal,” ujar Syahwan.
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Pemkab Sumenep telah menginstruksikan seluruh perangkat daerah terkait, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, Dinas Perumahan dan Permukiman, Perhubungan, serta pemerintah desa setempat, untuk melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap rumah-rumah yang mengalami kerusakan.
Syahwan menekankan pentingnya pendataan yang akurat dan transparan agar proses penyaluran bantuan berjalan efektif dan adil bagi seluruh korban.
Selain di Desa Karduluk, Pemkab Sumenep juga menyalurkan bantuan kepada warga terdampak bencana di Desa Pakandangan, Kecamatan Bluto. Di lokasi tersebut, tercatat enam rumah warga mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon saat cuaca ekstrem melanda wilayah itu.
Dalam kesempatan yang sama, Syahwan mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi. Ia juga meminta warga segera melaporkan kepada aparat setempat apabila terjadi bencana atau kondisi darurat di lingkungan masing-masing.
“Sinergi antara pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat sangat diperlukan agar proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lancar,” pungkasnya.





