Prabowo Larang Pejabat Pencitraan di Lokasi Bencana

- Admin

Selasa, 16 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan agar para pejabat dan tokoh publik tidak menjadikan daerah terdampak bencana sebagai ajang pencitraan. Presiden juga meminta dihentikannya praktik yang disebutnya sebagai “wisata bencana”.

Pernyataan itu disampaikan Presiden saat memberikan arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (15/12/2025). “Jangan pejabat-pejabat, tokoh-tokoh datang ke daerah bencana hanya untuk foto-foto dan untuk dianggap hadir,” ujar Presiden menegaskan.

“Mohon sebaliknya, kita tidak mau ada budaya wisata bencana. Jangan.”

“Kalau datang, benar-benar harus ada tujuan untuk membantu mengatasi masalah. Saya kira kalau unsur pimpinan datang, yang punya tugas dan portofolio ke situ,” ucap Presiden.

Selama beberapa pekan terakhir, Presiden melihat hal tersebut semakin marak dilakukan. Ramai-ramai mengunjungi wilayah terdampak bencana dan berfoto bersama warga penyintas bencana.

“Mohon ini, saya lihat ada kecenderungan wisata bencana, ini tidak bagus. Ya, rakyat di situ jangan dijadikan objek,” ujarnya.

“Kita datang ke situ untuk benar-benar ingin mencari masalah, melihat kesulitan, dan bertindak,” kata Presiden. Semua yang dating ke lokasi menurut Presiden harus membawa solusi, bukan anya sekedar berfoto.

“Di sini kurang air bersih, apa tindakannya? Di situ kurang BBM, masih terisolasi, bagaimana tindakannya?” katanya.

Bahkan, Presiden mengatakan, dalam keadaan yang sulit, terdapat kecenderungan mencari kambing hitam dan mencari-cari kesalahan. “Ini bukan saat untuk kita cari kesalahan, ini untuk kita bekerja keras, bahu-membahu mengatasi masalah di lapangan,” kata Presiden.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Wabup Sumenep: Semangat Kemerdekaan Harus Tercermin dalam Pelayanan Publik
KMP Mutiara Santosa 2 Dilalap Api di Perairan Sapudi, Basarnas Evakuasi Sekitar 250 Penumpang
Gempa Magnitudo 3,0 Guncang Cilacap, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Residivis di Sampang Bacok Paman dan Adik Kandung, Dua Korban Luka Parah
Roy Suryo dan dr Tifa Dikabarkan Ditangkap Polisi Terkait Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi
Diduga Dikeroyok Empat Adik Kelas, Pemuda Surabaya Meninggal Dunia Setelah Tiga Hari Dirawat
Peringati Hari Lahir Pancasila, Bupati Fauzi Serukan Persatuan dan Gotong Royong
Diskominfo Sumenep Perkuat Layanan Darurat 112 Melalui Monev Bersama Puskesmas

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:56 WIB

Wabup Sumenep: Semangat Kemerdekaan Harus Tercermin dalam Pelayanan Publik

Minggu, 2 Agustus 2026 - 08:47 WIB

KMP Mutiara Santosa 2 Dilalap Api di Perairan Sapudi, Basarnas Evakuasi Sekitar 250 Penumpang

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:17 WIB

Gempa Magnitudo 3,0 Guncang Cilacap, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:13 WIB

Residivis di Sampang Bacok Paman dan Adik Kandung, Dua Korban Luka Parah

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:46 WIB

Roy Suryo dan dr Tifa Dikabarkan Ditangkap Polisi Terkait Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi

Berita Terbaru