SUMENEP – Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Sumenep menegaskan komitmennya untuk mendukung dan menyukseskan program nasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai upaya memperkuat perekonomian desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Ketua PKDI Sumenep, H. Ubaid Abdul Hayat, pada Sabtu (7/3/2026). Ia menilai keberadaan KDMP memiliki peran strategis dalam mendorong kemandirian ekonomi di tingkat desa.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“KDMP bukan sekadar koperasi. Program ini menjadi sarana untuk meningkatkan kemandirian ekonomi desa, memberdayakan usaha mikro, serta menumbuhkan kesejahteraan masyarakat secara nyata,” ujar Ubaid.
Pernyataan itu disampaikan usai pertemuan dengan Komandan Distrik Militer (Dandim) yang baru bersama Pembina PKDI Sumenep, Miskun Legiyono. Dalam pertemuan tersebut, keduanya menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan para kepala desa untuk memastikan program tersebut berjalan optimal.
Menurut Ubaid, pengelolaan KDMP harus dilakukan secara profesional dan transparan agar mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat desa.
“Kami sepakat bahwa koperasi ini harus dikelola dengan baik dan berpihak kepada masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat, KDMP dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal di desa,” katanya.
Sementara itu, Pembina PKDI Sumenep, Miskun Legiyono, menyampaikan bahwa pihaknya akan memberikan pendampingan kepada desa-desa dalam pengembangan koperasi tersebut. Pendampingan itu meliputi pembentukan struktur pengurus, pelatihan manajemen koperasi, hingga membantu pemasaran produk lokal yang dihasilkan masyarakat.
“Kami ingin koperasi ini tidak hanya berdiri secara formal, tetapi benar-benar berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi warga,” tegas Miskun.
Ia menambahkan, program KDMP juga diharapkan menjadi sarana edukasi ekonomi bagi masyarakat desa. Melalui koperasi tersebut, warga didorong memahami pengelolaan keuangan, prinsip kerja sama, serta pentingnya transparansi dalam pengelolaan usaha bersama.
“Ini bukan hanya soal modal atau keuntungan, tetapi bagaimana membangun budaya gotong royong dan kesadaran ekonomi yang kuat di desa,” ujarnya.
PKDI Sumenep berharap implementasi KDMP di berbagai desa dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia, sekaligus memperkuat peran kepala desa sebagai pemimpin yang mendorong kesejahteraan masyarakat.
“Harapannya, KDMP menjadi pilar penting pembangunan desa, memperkuat kemandirian ekonomi, dan membawa perubahan nyata bagi masyarakat,” pungkas Miskun.
Dengan dukungan berbagai pihak serta perencanaan yang matang, PKDI Sumenep optimistis Koperasi Desa Merah Putih dapat menjadi simbol transformasi ekonomi desa yang berdampak tidak hanya secara finansial, tetapi juga sosial dan budaya. (Gw/red)





