Mendagri Sebut Bantuan 30 Ton Beras UEA Disalurkan Lewat Muhammadiyah, di Sampang Kegiatan Ditolak Bupati

- Admin

Sabtu, 20 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memastikan bantuan kemanusiaan berupa 30 ton beras dari organisasi non-pemerintah milik Uni Emirat Arab (UEA) untuk korban banjir di Medan, Sumatera Utara, tetap disalurkan dan tidak dikembalikan. Bantuan tersebut disepakati untuk didistribusikan melalui Muhammadiyah.

Hal itu disampaikan Tito dalam konferensi pers di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (19/12/2025). Menurut dia, keputusan penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan kesepakatan masyarakat dan pertimbangan kesiapan lembaga penyalur di lapangan.

“Beras ini diserahkan kepada Muhammadiyah Medical Center atas kesepakatan masyarakat,” kata Tito.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tito menjelaskan, Muhammadiyah telah membentuk posko bantuan kemanusiaan untuk menangani dampak bencana banjir dan longsor di Medan. Dengan infrastruktur dan jaringan relawan yang dimiliki, Muhammadiyah dinilai mampu menyalurkan bantuan secara efektif dan tepat sasaran.

Ia menambahkan, seluruh bantuan beras tersebut kini telah berada di bawah pengelolaan Muhammadiyah dan selanjutnya akan didistribusikan langsung kepada masyarakat terdampak banjir. “Beras sudah ada di tangan Muhammadiyah dan akan dibagikan kepada korban,” ujar Tito.

Pernyataan Mendagri tersebut menjadi perhatian publik di tengah polemik yang terjadi di Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Sampang membatalkan izin penggunaan Pendopo Bupati untuk kegiatan Peringatan Milad Muhammadiyah ke-113 yang juga dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Pembatalan itu menuai kritik dari berbagai pihak karena dinilai berkaitan dengan identitas Muhammadiyah sebagai organisasi penyelenggara kegiatan.

Sejumlah kalangan menilai situasi tersebut memperlihatkan adanya kontras sikap terhadap Muhammadiyah. Di tingkat nasional, organisasi tersebut dipercaya sebagai mitra strategis dalam penyaluran bantuan kemanusiaan berskala internasional, sementara di tingkat daerah justru menghadapi pembatasan dalam pelaksanaan kegiatan resminya.

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Sampang belum memberikan keterangan resmi terkait polemik pembatalan izin kegiatan tersebut.

Pernyataan Mendagri Tito Karnavian dinilai menegaskan peran penting organisasi kemasyarakatan dalam mendukung program kemanusiaan dan pelayanan publik. Di sisi lain, polemik di Sampang menjadi pengingat pentingnya keselarasan sikap antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjunjung prinsip toleransi, keadilan, dan perlakuan setara terhadap seluruh organisasi kemasyarakatan yang sah di Indonesia.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Said Abdullah Usulkan Syarat Minal 21 Kursi Parlemen
Salamuddin Daeng: BI Wajib Selaraskan Kebijakan Pengendalian DHE SDA Sesuai Amanat Pasal 33 UUD 1945
Resmi, PN Solo Tetapkan KGPH Purboyo Bergelar Pakubuwono XIV
Ratusan Kepala Daerah Terima Penghargaan UHC Awards 2026
Konsisten dalam Kebaikan, Praneda Care Foundation Kembali Hadir di Aceh Tamiang Berikan Bantuan
Jakarta Dilanda Cuaca Ekstrem, Pemprov Terapkan WFH dan PJJ
UMSURA dan PTA Surabaya Gelar Seminar Internasional, Bahas Ketahanan Peradilan Agama di Era Disrupsi
KPK Benarkan Bupati Sadewo Ikut Terjaring OTT

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 14:39 WIB

Said Abdullah Usulkan Syarat Minal 21 Kursi Parlemen

Minggu, 1 Februari 2026 - 13:55 WIB

Salamuddin Daeng: BI Wajib Selaraskan Kebijakan Pengendalian DHE SDA Sesuai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Kamis, 29 Januari 2026 - 15:53 WIB

Resmi, PN Solo Tetapkan KGPH Purboyo Bergelar Pakubuwono XIV

Kamis, 29 Januari 2026 - 12:35 WIB

Ratusan Kepala Daerah Terima Penghargaan UHC Awards 2026

Sabtu, 24 Januari 2026 - 13:09 WIB

Konsisten dalam Kebaikan, Praneda Care Foundation Kembali Hadir di Aceh Tamiang Berikan Bantuan

Berita Terbaru

Opini

Dampak Globalisasi Terhadap Negara-Negara Miskin

Selasa, 3 Feb 2026 - 04:01 WIB

Daerah

Gen Z Jatim Desak Perda Pembatasan Plastik

Senin, 2 Feb 2026 - 17:04 WIB