Korban Tawuran Berdarah di Pamekasan Bertambah, Polisi Terus Dalami Motif dan Pelaku Lain

- Admin

Senin, 10 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pamekasan — Jumlah korban meninggal dunia akibat tawuran berdarah yang terjadi di depan Masjid Jamik Asy-Syuhada, Kabupaten Pamekasan, kembali bertambah. Insiden yang sempat menghebohkan warga itu kini menelan dua korban jiwa, sementara beberapa korban lainnya masih menjalani perawatan intensif akibat luka serius.

Korban terbaru diketahui bernama Ahmad Rosidi (16), warga Desa Teja Barat, Kecamatan Pamekasan. Remaja tersebut meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan intensif di RSUD Smart Pamekasan akibat luka parah di bagian perut yang diduga akibat sabetan senjata tajam.

Wakil Direktur Pelayanan Medik RSUD Smart Pamekasan, dr. Sri Ayunda Ningsih, membenarkan kabar duka tersebut. Ia menjelaskan bahwa kondisi korban sempat memburuk meski telah mendapat tindakan medis maksimal dari tim dokter.

“Korban mengalami luka sobek di bagian perut akibat benda tajam. Sekitar pukul 14.10 WIB kondisi pasien mulai menurun dan langsung kami pindahkan ke ruang ICU untuk penanganan intensif,” ujar dr. Ayunda saat dikonfirmasi Jurnalis Karimata Media, Senin (10/11/2025) pagi.

Namun upaya medis tidak membuahkan hasil. Sekitar pukul 23.36 WIB, Ahmad Rosidi dinyatakan meninggal dunia. Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Desa Teja Barat pada pukul 00.26 WIB untuk dimakamkan.

Sebelumnya, empat korban tawuran dilarikan ke rumah sakit. Tiga di antaranya dirawat di RSUD Smart Pamekasan, sementara satu korban lainnya dirawat di RS Larasati. Korban meninggal pertama, Weroair Rasyid (27), juga merupakan warga Desa Teja Barat, dengan luka robek cukup dalam di bagian leher kanan akibat senjata tajam.

Dua korban lain, yakni Rafli dan seorang berinisial J (27), masih menjalani perawatan intensif akibat luka di perut dan punggung. Korban J sempat dibawa warga ke RS Larasati sekitar pukul 03.30 WIB dini hari.

Kapolres Pamekasan AKBP Hendra Triyulianto menyatakan bahwa pihaknya telah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus ini. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain serta motif di balik tawuran tersebut.

“Kami terus mendalami kasus ini. Semua pelaku utama sudah diamankan dan sedang kami mintai keterangan,” tegas AKBP Hendra dalam konferensi pers, Minggu (9/11/2025) malam.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Roy Suryo dan dr Tifa Dikabarkan Ditangkap Polisi Terkait Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi
Diduga Dikeroyok Empat Adik Kelas, Pemuda Surabaya Meninggal Dunia Setelah Tiga Hari Dirawat
Wanita di Situbondo Terjatuh ke Septic Tank Sedalam 7 Meter, Dievakuasi Selamat Setelah Satu Jam
Puluhan Biduan Surabaya Laporkan Dugaan Arisan Bodong Rp1,8 Miliar
Gempa Magnitudo 2,3 Guncang Gunungkidul, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Pemkab Sumenep Kukuhkan Tim Ahli Cagar Budaya, Perkuat Pelestarian Sejarah Daerah
Terdakwa Kasus Pembunuhan Indramayu Sebut Pelaku Lain Klaim Bukan Pelaku Utama
Bareskrim Bongkar Modus Haji Ilegal Gunakan Visa Kerja

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:46 WIB

Roy Suryo dan dr Tifa Dikabarkan Ditangkap Polisi Terkait Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi

Kamis, 4 Juni 2026 - 17:49 WIB

Diduga Dikeroyok Empat Adik Kelas, Pemuda Surabaya Meninggal Dunia Setelah Tiga Hari Dirawat

Sabtu, 30 Mei 2026 - 13:21 WIB

Wanita di Situbondo Terjatuh ke Septic Tank Sedalam 7 Meter, Dievakuasi Selamat Setelah Satu Jam

Senin, 18 Mei 2026 - 17:05 WIB

Puluhan Biduan Surabaya Laporkan Dugaan Arisan Bodong Rp1,8 Miliar

Minggu, 17 Mei 2026 - 14:01 WIB

Gempa Magnitudo 2,3 Guncang Gunungkidul, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Berita Terbaru

Nasional

Prabowo Hadiri Penutupan Munas-Konbes NU 2026 di Bangkalan

Selasa, 23 Jun 2026 - 06:54 WIB