Pamekasan — Jumlah korban meninggal dunia akibat tawuran berdarah yang terjadi di depan Masjid Jamik Asy-Syuhada, Kabupaten Pamekasan, kembali bertambah. Insiden yang sempat menghebohkan warga itu kini menelan dua korban jiwa, sementara beberapa korban lainnya masih menjalani perawatan intensif akibat luka serius.
Korban terbaru diketahui bernama Ahmad Rosidi (16), warga Desa Teja Barat, Kecamatan Pamekasan. Remaja tersebut meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan intensif di RSUD Smart Pamekasan akibat luka parah di bagian perut yang diduga akibat sabetan senjata tajam.
Wakil Direktur Pelayanan Medik RSUD Smart Pamekasan, dr. Sri Ayunda Ningsih, membenarkan kabar duka tersebut. Ia menjelaskan bahwa kondisi korban sempat memburuk meski telah mendapat tindakan medis maksimal dari tim dokter.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Korban mengalami luka sobek di bagian perut akibat benda tajam. Sekitar pukul 14.10 WIB kondisi pasien mulai menurun dan langsung kami pindahkan ke ruang ICU untuk penanganan intensif,” ujar dr. Ayunda saat dikonfirmasi Jurnalis Karimata Media, Senin (10/11/2025) pagi.
Namun upaya medis tidak membuahkan hasil. Sekitar pukul 23.36 WIB, Ahmad Rosidi dinyatakan meninggal dunia. Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Desa Teja Barat pada pukul 00.26 WIB untuk dimakamkan.
Sebelumnya, empat korban tawuran dilarikan ke rumah sakit. Tiga di antaranya dirawat di RSUD Smart Pamekasan, sementara satu korban lainnya dirawat di RS Larasati. Korban meninggal pertama, Weroair Rasyid (27), juga merupakan warga Desa Teja Barat, dengan luka robek cukup dalam di bagian leher kanan akibat senjata tajam.
Dua korban lain, yakni Rafli dan seorang berinisial J (27), masih menjalani perawatan intensif akibat luka di perut dan punggung. Korban J sempat dibawa warga ke RS Larasati sekitar pukul 03.30 WIB dini hari.
Kapolres Pamekasan AKBP Hendra Triyulianto menyatakan bahwa pihaknya telah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus ini. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain serta motif di balik tawuran tersebut.
“Kami terus mendalami kasus ini. Semua pelaku utama sudah diamankan dan sedang kami mintai keterangan,” tegas AKBP Hendra dalam konferensi pers, Minggu (9/11/2025) malam.





