Sumenep – Penumpukan sampah di kawasan Jalan Dr. Wahidin, Pajagalan, tidak hanya disebabkan keterlambatan pengangkutan, tetapi juga mencerminkan masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Dari pantauan di lokasi, terlihat sejumlah kantong sampah berwarna merah dan plastik lainnya diletakkan sembarangan di pinggir jalan, tepat di dekat tiang dan area pertokoan. Bahkan, sebagian sampah tampak tercecer di sekitar tumpukan, memperparah kondisi lingkungan yang kotor dan tidak sedap dipandang.
Warga sekitar, Nur Aini, mengeluhkan bau menyengat yang muncul akibat sampah yang dibiarkan selama beberapa hari. Kondisi tersebut juga berpotensi mengundang lalat dan tikus yang dapat membawa penyakit.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Seorang warga setempat mengungkapkan bahwa selain faktor keterlambatan pengangkutan, kebiasaan membuang sampah tidak pada tempat dan waktu yang tepat turut memperburuk keadaan. “Kalau semua disiplin buang sesuai jadwal, tidak akan menumpuk seperti ini,” ujarnya.
Kurangnya kesadaran untuk memilah dan membuang sampah dengan benar dinilai menjadi persoalan utama. Tidak sedikit warga yang masih membuang sampah di luar jadwal pengangkutan, bahkan di lokasi yang bukan tempat pembuangan resmi.
Warga berharap adanya peningkatan kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, diperlukan edukasi dan pengawasan dari pihak terkait agar masyarakat lebih tertib dalam mengelola sampah.
Masalah ini menjadi pengingat bahwa kebersihan bukan tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat agar lingkungan tetap bersih, sehat, dan nyaman.





