Banyuwangi – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi masa khidmat 2026–2031 resmi dilantik di Pondok Pesantren Minhajut Thullab, Sabtu (4/4/2026). Kepengurusan baru ini langsung menargetkan penguatan organisasi hingga tingkat ranting sebagai langkah awal menjalankan program kerja lima tahun ke depan.
Prosesi pelantikan yang digelar di GOR lingkungan pesantren tersebut dihadiri para ulama, tokoh masyarakat, serta warga Nahdliyin dari berbagai wilayah di Banyuwangi. Kegiatan ini menandai dimulainya kepemimpinan baru sekaligus arah gerak organisasi ke depan.
Dalam struktur kepengurusan yang baru, KH Fachruddin Mannan dipercaya sebagai Rais Syuriyah, sedangkan Ahmad Turmudi menjabat Ketua Tanfidziyah.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
KH Fachruddin Mannan menegaskan bahwa pelantikan tersebut merupakan amanah besar untuk menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah sekaligus memperkuat peran NU di tengah masyarakat.
“Pelantikan ini adalah amanah besar untuk menjaga gawang Ahlussunnah wal Jama’ah di Banyuwangi. Fokus kita bukan hanya urusan ubudiyah, tetapi bagaimana kehadiran NU mampu memberikan solusi nyata bagi kemaslahatan umat, terutama dalam menjaga persatuan daerah,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan sektor pendidikan berbasis pesantren sebagai bagian dari upaya pembangunan daerah.
“Dengan peningkatan pendidikan seperti menyatukan pondok pesantren, insyaallah berbagai persoalan di Banyuwangi dapat diselesaikan dan daerah ini menjadi lebih baik,” katanya.
Sementara itu, Ahmad Turmudi menyatakan bahwa kepengurusan baru akan segera bergerak cepat melakukan konsolidasi organisasi hingga ke tingkat paling bawah.
“Kami tidak bisa berjalan sendiri, begitu juga pemerintah daerah. Kolaborasi akan terus kami bangun. Konsolidasi akan kami lakukan hingga ke ranting, masjid, dan musala karena banyak warga yang merindukan kehadiran NU,” tegasnya.
Dukungan terhadap kepengurusan baru juga disampaikan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, yang turut hadir dalam pelantikan tersebut. Ia menilai NU memiliki peran penting dalam menjaga persatuan masyarakat.
“NU harus menjadi perekat dan pemersatu. Pemerintah daerah siap mendukung Nahdlatul Ulama untuk mewujudkan Banyuwangi yang lebih baik melalui kolaborasi yang kuat,” ujarnya.
Pelantikan ini menjadi titik awal konsolidasi besar PCNU Banyuwangi. Dengan penguatan struktur hingga tingkat ranting dan sinergi bersama pemerintah daerah, organisasi ini diharapkan mampu meningkatkan peran di bidang pendidikan, sosial, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Penulis : Aldi Santoso
Editor : Novita





