SUMENEP — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menyiapkan Kapal Motor Penumpang (KMP) Dharma Bahari Sumekar (DBS) III untuk mendukung program mudik gratis menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Kapal tersebut diprioritaskan melayani masyarakat kepulauan yang hendak pulang ke kampung halaman.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Sumekar, Muhammad Romli, memastikan kapal DBS III dalam kondisi siap beroperasi untuk melayani arus mudik tahun 2026.
“Pada Desember 2025 lalu kami sudah melakukan docking kapal. Saat ini kondisinya sudah siap untuk kembali beroperasi,” ujar Romli saat dikonfirmasi mediapribumi.id, Jumat (6/3/2026).
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, sejumlah fasilitas di dalam kapal telah diperbaiki secara menyeluruh guna meningkatkan kenyamanan penumpang selama perjalanan.
Namun demikian, pihaknya masih menunggu kepastian kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk operasional kapal tersebut.
“Semoga dalam satu hingga dua hari ini kuotanya sudah keluar,” katanya.
Sebelumnya, KMP DBS III sempat berhenti beroperasi untuk menjalani proses docking dan perbaikan. Kapal tersebut kembali dioperasikan setelah selesai docking pada Kamis (12/2/2026).
Tidak lama berselang, pada Selasa (17/2/2026), operasional kapal kembali dihentikan sementara untuk peningkatan fasilitas, termasuk penambahan pendingin udara (AC) demi memberikan kenyamanan lebih bagi penumpang. Saat ini kapal milik Pemkab Sumenep tersebut dinyatakan siap beroperasi kembali.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan (Disperkimhub) Sumenep, Achmad Dzulkarnain, mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp1 miliar untuk mendukung program mudik gratis, baik melalui jalur darat maupun jalur laut.
Menurutnya, selain dari pemerintah daerah, dukungan program mudik gratis juga datang dari Kementerian serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang menyediakan kuota bagi masyarakat kepulauan.
“Total kuota yang disediakan untuk jalur laut sekitar 4.000 penumpang. Untuk keberangkatan dari Sumenep, kami menggunakan KMP Dharma Bahari Sumekar III melalui Pelabuhan Kalianget,” jelasnya.(Jk/red)





