Jurnalisme yang Membumi, JSI Dorong Pembangunan Musala Ambruk di Manding

- Admin

Selasa, 16 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP — Jurnalis Sumenep Independen (JSI) kembali menegaskan komitmennya menjalankan jurnalisme beradab melalui aksi nyata di tengah masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan dengan mengawal pembangunan musala yang sempat ambruk di Dusun Cekkor, Desa Gunung Kembar, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, yang kini memasuki tahap akhir dan tinggal pemasangan keramik hasil donasi seorang Hamba Allah.

Pembangunan musala ini merupakan buah dari gerakan penggalangan dana yang dipelopori JSI, melibatkan berbagai elemen, mulai dari masyarakat, pemerintah, swasta, hingga para dermawan. Terbaru, JSI menerima bantuan 100 dus keramik dari seorang Hamba Allah yang menjadi bagian penting dalam penyelesaian bangunan ibadah tersebut.

Hingga akhir November 2025, progres pembangunan musala telah mencapai sekitar 50 persen, dengan pengerjaan struktur utama dan pemasangan rangka atap tengah berlangsung. JSI menargetkan pembangunan dapat segera dirampungkan agar musala kembali difungsikan oleh masyarakat sekitar.

Ketua JSI, Igusty Madani, menyampaikan bahwa keterlibatan JSI dalam pembangunan musala ini merupakan implementasi nyata dari prinsip Ihdinas Sirotol Mustaqim, yakni berjalan di jalan lurus dalam profesi jurnalistik dengan menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Jurnalisme tidak berhenti pada pemberitaan. Jurnalisme harus menghadirkan kebermanfaatan. Bantuan dari para donatur ini adalah amanah yang harus diwujudkan menjadi amal jariyah yang nyata,” ujar Igusty.

Ia menegaskan, dukungan dari berbagai pihak menjadi energi moral bagi seluruh anggota JSI untuk terus bergerak dalam kegiatan sosial yang berkelanjutan. Menurutnya, musala bukan hanya bangunan fisik, tetapi simbol kepedulian, kebersamaan, dan nilai spiritual yang harus dijaga.

Pengurus JSI, Ibnu Hajar, yang turut meninjau langsung proses pembangunan, menilai musala tersebut memiliki peran penting bagi kehidupan keagamaan masyarakat setempat. Oleh karena itu, pembangunan kembali musala ambruk ini memiliki nilai sosial dan spiritual yang tinggi.

“Musala ini sangat dibutuhkan warga. Dukungan dari para donatur adalah bukti bahwa kepedulian sosial masih hidup dan tumbuh di tengah masyarakat,” katanya.

Selain mengawal pembangunan musala, JSI juga dikenal konsisten menjalankan berbagai program sosial, seperti kegiatan bersih-bersih lingkungan, program Saku Berkah untuk warga dhuafa setiap pekan, santunan anak yatim, serta inisiatif pengadaan Ambulans Umat. Program-program tersebut dijalankan sebagai bentuk tanggung jawab moral jurnalis sebagai bagian dari masyarakat.

Komitmen tersebut juga ditegaskan dalam Rapat Kerja (Raker) JSI yang digelar di Kota Batu, Jawa Timur. Dalam forum tersebut, JSI meneguhkan prinsip jurnalisme beradab, profesional, dan mencerdaskan publik sebagai fondasi organisasi. Prinsip Ihdinas Sirotol Mustaqim diposisikan sebagai pedoman etik agar jurnalis hadir sebagai penyejuk sosial dan pelopor kebaikan.

Melalui pembangunan musala di Manding dan berbagai aksi sosial lainnya, JSI menegaskan bahwa jurnalis bukan sekadar pengamat peristiwa, melainkan bagian dari solusi sosial dan kemanusiaan. Jurnalisme, bagi JSI, adalah jalan pengabdian yang menuntut kejujuran, kepedulian, dan keberanian untuk berbuat nyata demi kemaslahatan masyarakat.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kenalkan POSBANKUM, KKN Universitas Wiraraja Dorong Warga Pahami Hak Hukum
Perluas Layanan Spesialis, RSUD Sumenep Resmi Buka Poli Urologi
KKN Universitas Wiraraja Dimulai di Lembung Timur, Mahasiswa Siapkan Program Berdampak bagi Warga
Wabup Sumenep: Semangat Kemerdekaan Harus Tercermin dalam Pelayanan Publik
57,9 Persen Anggaran Jalan Sumenep 2026 Mengalir ke Kepulauan, Ini Alasannya
KMP Mutiara Santosa 2 Dilalap Api di Perairan Sapudi, Basarnas Evakuasi Sekitar 250 Penumpang
Bea Cukai dan Polri Gagalkan Ekspor Ilegal 3,4 Ton Merkuri Senilai Rp17,5 Miliar ke Afrika
Krisis Air Bersih Menghantui Desa Sendir, Warga Desak Pemerintah Bertindak

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 05:51 WIB

Kenalkan POSBANKUM, KKN Universitas Wiraraja Dorong Warga Pahami Hak Hukum

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:43 WIB

Perluas Layanan Spesialis, RSUD Sumenep Resmi Buka Poli Urologi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:41 WIB

KKN Universitas Wiraraja Dimulai di Lembung Timur, Mahasiswa Siapkan Program Berdampak bagi Warga

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:56 WIB

Wabup Sumenep: Semangat Kemerdekaan Harus Tercermin dalam Pelayanan Publik

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:51 WIB

57,9 Persen Anggaran Jalan Sumenep 2026 Mengalir ke Kepulauan, Ini Alasannya

Berita Terbaru