JAKARTA – Ratusan masyarakat mulai memadati Masjid Istiqlal, Jumat (20/3/2026) malam, untuk menyaksikan langsung gelaran Gema Takbir nasional yang menandai berakhirnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Antusiasme warga terlihat sejak sebelum pelaksanaan salat Isya. Mereka datang dari berbagai daerah untuk merasakan suasana takbir yang dikumandangkan secara bersama-sama di masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satunya Putra, warga asal Bogor, yang mengaku sengaja datang demi menyaksikan langsung kemeriahan gema takbir yang selama ini hanya ia lihat melalui layar.
“Saya ke sini ingin melihat langsung bagaimana suasana gema takbir. Apalagi katanya ada menteri-menteri yang hadir,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Ia menambahkan, ini merupakan pengalaman pertamanya mengikuti gema takbir secara langsung di Istiqlal. Rasa penasaran terhadap atmosfer takbir berjamaah menjadi alasan utama kedatangannya.
“Saya juga ingin merasakan takbir tahun ini, karena belum pernah sebelumnya. Ingin lihat suasananya sambil ikut salat juga,” ucapnya.
Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa gema takbir tahun ini akan digelar secara nasional dan terhubung dengan jaringan masjid di kawasan Asia Tenggara.
Menurutnya, kegiatan tersebut akan melibatkan masjid-masjid di negara anggota MABIMS, seperti Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura, serta sejumlah masjid di Indonesia, termasuk Masjid di Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Usai salat Isya, kita akan melaksanakan gema takbir. Insyaallah juga terhubung dengan masjid-masjid raya se-MABIMS,” ujarnya dalam konferensi pers.
Gema takbir ini diharapkan menjadi simbol kebersamaan umat Islam lintas negara dalam menyambut Hari Raya Idulfitri, sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di kawasan.(*)





