DPRD Sorot Tata Kelola BUMD yang Belum Efisien

- Admin

Minggu, 2 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sidoarjo – Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) DPRD Kabupaten Sidoarjo menilai pembentukan BUMD Pangan merupakan langkah strategis menuju kemandirian fiskal daerah. Revitalisasi PT Aneka Usaha Sidoarjo Perseroda menjadi BUMD Pangan dinilai mampu memperkuat ketahanan ekonomi sekaligus mendukung kebijakan nasional Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan kedaulatan pangan.

‎Ketua Fraksi Gerindra sekaligus anggota Badan Anggaran DPRD Sidoarjo, H. Achmad Muzayin Syafrial, menyebut kontribusi BUMD terhadap pendapatan asli daerah (PAD) masih tergolong kecil. Dari total PAD tahun 2026 sebesar Rp2,71 triliun, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan hanya mencapai Rp48,71 miliar, atau naik tipis 1,87 persen dibanding tahun sebelumnya.‎

‎“Kami mendorong revitalisasi PT Aneka Usaha menjadi BUMD Pangan agar Sidoarjo tidak bergantung pada dana transfer pusat. Ini bagian dari kemandirian fiskal daerah,” ujar Muzayin dalam pandangan umum Fraksi Gerindra terhadap RAPBD 2026, Sabtu (1/11/2025).

‎Menurutnya, BUMD Pangan akan menjadi instrumen penting dalam rantai distribusi, logistik, dan stabilisasi harga bahan pokok. Melalui kemitraan dengan petani, pelaku UMKM, dan swasta, BUMD ini diharapkan bisa menciptakan ekosistem pangan yang berdaya saing tinggi.

‎“Kita ingin BUMD tidak hanya jadi beban APBD, tapi menjadi penggerak ekonomi daerah yang produktif,” katanya.

‎Fraksi Gerindra juga menyoroti lemahnya akuntabilitas beberapa BUMD yang telah berjalan. Salah satunya terkait laporan laba bersih Perumda Delta Tirta Sidoarjo tahun buku 2024 yang memuat reklasifikasi utang usaha meragukan sebesar Rp11,03 miliar.

‎“Hal seperti itu tidak mencerminkan prinsip akuntansi korporasi yang sehat. Laba harus berasal dari kinerja operasional, bukan dari koreksi administrasi,” ujar Muzayin.

‎Ia menegaskan, pengelolaan BUMD harus berbasis prinsip transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas publik agar benar-benar memberikan manfaat bagi daerah. ‎Gerindra menilai pembentukan BUMD Pangan akan membuka peluang investasi baru sekaligus mengurangi ketergantungan fiskal terhadap pemerintah pusat.

‎“Dengan BUMD Pangan, Sidoarjo bisa mandiri secara fiskal dan kuat secara ekonomi. Ini bukan hanya entitas bisnis, tapi simbol kemandirian daerah,” kata Muzayin.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Infrastruktur Digenjot – Proyek Jembatan Sungai Lembu Masuk Tahap Lelang
Pasokan Energi Aman Meski Kapal Tertahan di Selat Hormuz, Pemerintah Siapkan Alternatif Global
Akselerasi Infrastruktur: Pembangunan Terminal Desa Sarongan Terus Dikebut
Ratusan Ribu Warga Banyuwangi Terima Bantuan Pangan, Distribusi Dikebut Capai Target
Seskab Teddy Tegaskan Isu Indonesia Akan Chaos Tidak Benar
Prabowo Perintahkan Evaluasi Ratusan IUP di Kawasan Hutan
Banyuwangi Gelar 86 Festival 2026, Anggaran Infrastruktur Justru Menyusut
Pelantikan Empat Pejabat Tinggi Pratama Dorong Kinerja Pemkab Sumenep

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:17 WIB

Infrastruktur Digenjot – Proyek Jembatan Sungai Lembu Masuk Tahap Lelang

Jumat, 24 April 2026 - 09:16 WIB

Pasokan Energi Aman Meski Kapal Tertahan di Selat Hormuz, Pemerintah Siapkan Alternatif Global

Selasa, 14 April 2026 - 10:05 WIB

Akselerasi Infrastruktur: Pembangunan Terminal Desa Sarongan Terus Dikebut

Selasa, 14 April 2026 - 03:29 WIB

Ratusan Ribu Warga Banyuwangi Terima Bantuan Pangan, Distribusi Dikebut Capai Target

Sabtu, 11 April 2026 - 17:07 WIB

Seskab Teddy Tegaskan Isu Indonesia Akan Chaos Tidak Benar

Berita Terbaru