Banyuwangi Gelar 86 Festival 2026, Anggaran Infrastruktur Justru Menyusut

- Admin

Rabu, 8 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi resmi meluncurkan kalender wisata “Banyuwangi Festival 2026” dengan total 86 agenda kegiatan yang akan digelar sepanjang tahun. Namun, kebijakan ini menjadi sorotan publik seiring adanya penyusutan alokasi anggaran pada sektor infrastruktur jalan dan fasilitas publik dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski anggaran fisik mengalami efisiensi, pemerintah daerah menegaskan bahwa festival tetap menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan. Puluhan agenda tersebut mencakup sektor seni, budaya, hingga sport tourism, yang diharapkan mampu menjaga arus kunjungan wisatawan serta perputaran ekonomi di sektor UMKM.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyatakan bahwa festival bukan sekadar hiburan, melainkan strategi ekonomi berbasis masyarakat.

“Festival bukan sekadar pesta, melainkan investasi sosial untuk menggerakkan ekonomi bawah. Di saat anggaran infrastruktur terbatas, kami harus kreatif. Dengan festival, sektor hotel, kuliner, dan UMKM tetap hidup, sehingga kesejahteraan warga terjaga meski pembangunan fisik dilakukan bertahap dan berbasis prioritas,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi, Guntur Priambodo, menjelaskan bahwa penyesuaian anggaran infrastruktur dilakukan untuk mendukung program lain yang dinilai lebih mendesak.

“Tahun ini memang ada penyesuaian anggaran infrastruktur akibat dialihkan untuk jaminan sosial dan pemulihan ekonomi pascapandemi yang berkelanjutan. Kami juga memaksimalkan sinergi dengan pihak swasta melalui CSR agar pelaksanaan festival tidak terlalu membebani APBD,” jelasnya.

Di sisi lain, sejumlah kalangan masyarakat mengingatkan agar pemerintah tetap menjaga keseimbangan antara pengembangan sektor pariwisata dan pembangunan infrastruktur dasar. Pengamat kebijakan publik, Joko Aris, menilai kebutuhan masyarakat desa tidak boleh terabaikan.

“Masyarakat memahami pentingnya wisata, namun pemerintah juga tidak boleh abai terhadap kondisi jalan rusak di pelosok yang menghambat distribusi hasil tani. Harus ada keseimbangan antara memoles wajah kota lewat festival dan memperbaiki urat nadi ekonomi desa,” tegasnya.

Langkah Pemkab Banyuwangi menggelar 86 festival di tengah keterbatasan anggaran infrastruktur menjadi ujian bagi efektivitas strategi ekonomi berbasis event. Keberhasilan kebijakan ini akan sangat ditentukan oleh sejauh mana dampak ekonomi langsung yang dirasakan masyarakat, dibandingkan dengan kebutuhan mendesak pembangunan infrastruktur di lapangan.

Facebook Comments Box

Penulis : Aldi Santoso

Editor : Novita

Berita Terkait

Bupati Sumenep Ajak Santri Isi Kemerdekaan dengan Inovasi dan Gotong Royong
Wabup Sumenep Tekankan Disiplin ASN, Pimpinan OPD Diminta Jadi Teladan
Cegah Pelajar Terjebak Hoaks, Bupati Sumenep Serukan Penguatan Literasi Digital
Ancaman El Nino, Pemerintah Genjot Pompanisasi Pertanian
Wabup Sumenep: Semangat Kemerdekaan Harus Tercermin dalam Pelayanan Publik
Peringati Hari Lahir Pancasila, Bupati Fauzi Serukan Persatuan dan Gotong Royong
Diskominfo Sumenep Perkuat Layanan Darurat 112 Melalui Monev Bersama Puskesmas
Harkitnas 2026 – Wabup Sumenep Ajak Jaga Tunas Bangsa dan Perkuat Desa

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 03:19 WIB

Bupati Sumenep Ajak Santri Isi Kemerdekaan dengan Inovasi dan Gotong Royong

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:10 WIB

Wabup Sumenep Tekankan Disiplin ASN, Pimpinan OPD Diminta Jadi Teladan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Cegah Pelajar Terjebak Hoaks, Bupati Sumenep Serukan Penguatan Literasi Digital

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Ancaman El Nino, Pemerintah Genjot Pompanisasi Pertanian

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:56 WIB

Wabup Sumenep: Semangat Kemerdekaan Harus Tercermin dalam Pelayanan Publik

Berita Terbaru