SUMENEP – Program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu agenda strategis dalam memperkuat ekonomi rakyat hingga tingkat desa. Gagasan tersebut kini turut diperkaya melalui peluncuran buku berjudul “Koperasi Merah Putih” karya Dr. Naghfir, S.HI., S.H., M.Kn., CPM., CH., CHt.
Buku tersebut mengulas konsep, peluang, serta strategi penguatan koperasi sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan. Peluncuran buku ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap arah kebijakan nasional yang menempatkan koperasi sebagai instrumen pembangunan ekonomi berbasis masyarakat.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Dr. Naghfir yang dikenal aktif di berbagai organisasi, di antaranya sebagai pengurus LBH PC Ansor, pengurus PCNU, serta Sekretaris Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Sumenep, menjelaskan bahwa gagasan dalam buku tersebut berangkat dari kebijakan pemerintah yang tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025.
Menurutnya, kebijakan itu menegaskan pentingnya penguatan sistem ekonomi rakyat melalui koperasi sebagai basis kemandirian ekonomi masyarakat.
“Koperasi Merah Putih merupakan program strategis pemerintah untuk memperkuat ekonomi rakyat hingga level desa. Konsep ini tidak hanya berbicara soal kelembagaan koperasi, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi masyarakat yang mandiri dan berkeadilan,” ujar Dr. Naghfir dalam keterangannya, Minggu (8/3/2026).
Ia menilai Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 menjadi momentum penting untuk melakukan pembenahan sistem keuangan rakyat yang selama ini dinilai belum sepenuhnya memberikan ruang yang adil bagi masyarakat kecil.
Menurutnya, melalui kebijakan tersebut pemerintah berupaya memastikan akses permodalan, pengelolaan usaha, hingga distribusi hasil ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat desa.
Dr. Naghfir juga menekankan bahwa koperasi seharusnya tidak hanya dipahami sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi mampu berkembang menjadi kekuatan ekonomi kolektif yang menggerakkan sektor riil masyarakat.
“Koperasi memiliki potensi besar untuk menggerakkan ekonomi produktif, mulai dari sektor pertanian, perdagangan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah,” tegasnya.
Melalui buku tersebut, ia berharap gagasan mengenai Koperasi Merah Putih dapat dipahami lebih luas oleh masyarakat, kalangan akademisi, serta para pengambil kebijakan di daerah.
Ia menambahkan, buku itu ditulis sebagai kontribusi pemikiran untuk memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis koperasi, sekaligus memberikan referensi bagi masyarakat desa dalam membangun koperasi yang sehat dan modern.
“Harapannya, buku ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat desa untuk mengembangkan koperasi yang mampu meningkatkan kesejahteraan bersama,” ujarnya.
Peluncuran buku “Koperasi Merah Putih” diharapkan tidak hanya memperkaya literatur mengenai penguatan koperasi di Indonesia, tetapi juga mendorong diskusi publik tentang pembangunan ekonomi rakyat yang inklusif dan berkelanjutan.





