Buku “Darurat Salafisme di Muhammadiyah” Diluncurkan di Jember, Soroti Arah Ideologi Persyarikatan

- Admin

Senin, 23 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

JEMBER – Wacana tentang arah dan identitas ideologi Muhammadiyah kembali mencuat menyusul peluncuran buku berjudul Darurat Salafisme di Muhammadiyah karya Associate Prof. Dr. Sholikh Al Huda, M.Fil.I. Buku tersebut diperkenalkan dalam agenda Pengajian Ramadhan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur pada 21–22 Februari 2026 di Universitas Muhammadiyah Jember.

Sholikh Al Huda yang menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Tabligh PWM Jawa Timur dan Wakil Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surabaya menjelaskan, buku itu lahir dari kegelisahan akademik sekaligus komitmen menjaga ideologi persyarikatan. Ia menilai terdapat arus pemikiran keagamaan yang berpotensi memengaruhi karakter Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang moderat dan berkemajuan.

“Buku ini merupakan bagian dari ikhtiar menjaga ideologi Muhammadiyah agar tetap moderat dan berkemajuan di tengah berkembangnya paham keagamaan yang cenderung tekstual dan eksklusif,” ujar Sholikh saat menjelaskan latar belakang penulisan bukunya.

Dalam karyanya, Sholikh memaparkan perbedaan mendasar antara manhaj Muhammadiyah dan pendekatan salafisme, khususnya dalam memahami teks agama serta merespons dinamika sosial. Ia menegaskan, sejak berdiri Muhammadiyah membawa misi tajdid atau pembaruan yang menekankan rasionalitas, kemajuan, serta kemaslahatan umat. Pendekatan tersebut, menurutnya, berpijak pada prinsip Islam rahmatan lil ‘alamin yang inklusif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Sholikh mengingatkan, pendekatan yang kaku dan skripturalis berpotensi mengurangi ruang ijtihad dan tradisi pembaruan yang selama ini menjadi ciri Muhammadiyah. Meski demikian, ia menegaskan bahwa buku ini tidak dimaksudkan untuk menyerang kelompok tertentu, melainkan memperkuat identitas dan konsistensi manhaj persyarikatan.

Peluncuran buku itu dinilai strategis karena berlangsung dalam forum Pengajian Ramadhan PWM Jawa Timur yang rutin dihadiri ratusan kader dan pimpinan Muhammadiyah dari berbagai daerah. Forum tersebut menjadi ruang konsolidasi sekaligus penguatan komitmen ideologis warga persyarikatan.

Wakil Ketua PWM Jawa Timur, KH. Dr. Sholihin Fananani, M.MP., menyambut baik terbitnya buku tersebut. Ia menilai karya itu relevan bagi para aktivis Muhammadiyah di tengah derasnya arus pemikiran keagamaan dan pengaruh media sosial.

“Buku ini penting dibaca para kader agar semakin memahami manhaj Muhammadiyah serta tantangan ideologi yang dihadapi,” ujarnya.

Menurut Sholihin, penguatan ideologi dan pemahaman manhaj menjadi kebutuhan mendesak seiring kompleksitas tantangan dakwah di era digital dan munculnya beragam gerakan keagamaan transnasional. Ia berharap buku tersebut mendorong kader untuk tetap kokoh secara ideologis, cerdas secara intelektual, dan bijak dalam berdakwah.

Selain memetakan persoalan, buku ini juga menawarkan sejumlah langkah strategis, seperti penguatan kaderisasi, peningkatan literasi ideologi, serta revitalisasi peran Majelis Tabligh dalam membumikan manhaj tarjih Muhammadiyah di tengah masyarakat.

Dengan peluncuran buku ini, diskursus mengenai arah ideologi dan masa depan Muhammadiyah diperkirakan semakin dinamis. Pengajian Ramadhan di Universitas Muhammadi Jember pun menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen ideologis bagi warga Muhammadiyah Jawa Timur.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jelang Pilkades Paseraman, Sosok Muhlis Fajar Mulai Jadi Perhatian Warga
JSI Sumenep Dikukuhkan, Komitmen Jaga Independensi dan Etika Pers Ditegaskan
Data Desil DTSEN Tak Sesuai Kondisi Warga, PC IMM Sumenep Desak Evaluasi Lintas Pihak
Krisis Air Bersih Tiap Tahun Melanda Desa Sendir, Kades: “Saya Tidak Tahu Masalah Rakyat”
Cegah Permainan Harga, Pemkab Sumenep Kawal Tata Niaga Tembakau 2026
13 Daerah Tampilkan Seni Tradisi di Sumenep, Bupati: Budaya Harus Terus Berkembang
Dari Digitalisasi ke Daya Saing, UMSURA Dorong UMKM Sumenep Naik Kelas
IMM Sumenep Dorong Wajah Baru Polresta dengan Pelayanan yang Lebih Humanis
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 13:41 WIB

Jelang Pilkades Paseraman, Sosok Muhlis Fajar Mulai Jadi Perhatian Warga

Selasa, 15 September 2026 - 11:44 WIB

JSI Sumenep Dikukuhkan, Komitmen Jaga Independensi dan Etika Pers Ditegaskan

Jumat, 4 September 2026 - 07:50 WIB

Krisis Air Bersih Tiap Tahun Melanda Desa Sendir, Kades: “Saya Tidak Tahu Masalah Rakyat”

Selasa, 1 September 2026 - 17:50 WIB

Cegah Permainan Harga, Pemkab Sumenep Kawal Tata Niaga Tembakau 2026

Selasa, 1 September 2026 - 17:41 WIB

13 Daerah Tampilkan Seni Tradisi di Sumenep, Bupati: Budaya Harus Terus Berkembang

Berita Terbaru

Opini

Kesaktian Pancasila di Tengah Krisis Integritas Bangsa

Kamis, 1 Okt 2026 - 06:40 WIB