Sumenep : Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Jawa Timur menggelar kegiatan Risk Assessment Sistem Pengamanan Markas Komando (Mako), Selasa (11/11/2025). Giat tersebut dipusatkan di Aula Sanika Satyawada Polres Sumenep, Jalan Urip Sumoharjo, Desa Pabian, Kecamatan Kota.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut disambut langsung oleh Wakapolres Sumenep Kompol Masyhur Ade. Sejumlah Pejabat Utama Polres Sumenep, perwira, dan bintara yang membidangi pengamanan serta pelayanan objek vital juga dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
Acara dibuka secara resmi oleh Kasubdit Audit Ditpamobvit Polda Jatim, AKBP Budi Sulistyanto. Dalam sambutannya, Ia menjelaskan, pelaksanaan Risk Assessment ini merupakan bagian dari sistem manajemen keamanan Mako, untuk memastikan seluruh unsur pengamanan berjalan sesuai standar yang berlaku.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pelaksanaan Risk Assessment ini bertujuan mengidentifikasi, menganalisis, dan mengevaluasi potensi risiko yang mungkin timbul dalam pelaksanaan tugas serta operasional di lingkungan Polres,” ujar AKBP Budi Sulistyanto.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menilai sejauh mana penerapan sistem keamanan yang telah diterapkan di Mako Polres Sumenep. Hasil penilaian nantinya akan digunakan sebagai bahan evaluasi dan pembinaan agar setiap Polres di jajaran Polda Jawa Timur memiliki standar pengamanan yang optimal.
“Kami bersama tim akan menilai sejauh mana penerapan sistem pengamanan yang sudah berjalan di Mako Polres Sumenep, agar dapat diketahui aspek-aspek yang perlu diperbaiki, ditingkatkan, dan disesuaikan dengan standar keamanan yang berlaku,” ujarnya menambahkan.
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, Tim Ditpamobvit Polda Jatim melakukan audit dan evaluasi lapangan yang mencakup pemeriksaan sistem keamanan fisik, pengelolaan sumber daya manusia, pengawasan sarana prasarana, hingga mekanisme pengendalian risiko di lingkungan Mako Polres Sumenep. Tim juga menjelaskan bahwa dalam proses Risk Assessment terdapat 118 aspek penilaian yang menjadi acuan untuk menentukan tingkat keamanan dan kesiapan sistem manajemen pengamanan di setiap satuan wilayah.
AKBP Budi Sulistyanto berharap, seluruh data dan referensi yang diperlukan dapat dilengkapi dengan baik oleh jajaran Polres Sumenep agar proses penilaian berjalan efektif.
“Kami berharap seluruh data dan referensi yang diperlukan dapat dilengkapi dengan baik, sehingga proses penilaian berjalan lancar dan hasilnya bisa segera disampaikan. Dengan kesiapan data yang baik, kegiatan ini bisa selesai lebih cepat dan hasilnya lebih akurat,” ucapnya.
Kegiatan berlangsung lancar dan penuh semangat, ditutup dengan sesi diskusi serta pengecekan lapangan oleh tim Risk Assessment Ditpamobvit Polda Jatim bersama pejabat utama Polres Sumenep.





