BANYUWANGI — Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menunjukkan komitmen serius dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan mendukung penuh gerakan Run for Rivers yang digagas Sungai Watch. Program ini dipusatkan di kawasan Sungai Kali Lo, Banyuwangi, Selasa (7/4/2026).
Inisiatif tersebut menjadi langkah konkret dalam upaya menekan pencemaran sampah plastik di aliran sungai, sekaligus mencegah limbah tersebut bermuara ke laut. Dalam pelaksanaannya, gerakan ini mengombinasikan aksi nyata berupa pemasangan trash barrier (jaring penahan sampah) di titik-titik strategis, serta kegiatan pembersihan sungai secara massal.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari prioritas pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan lingkungan.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi dengan Sungai Watch ini. Pemkab Banyuwangi berkomitmen menjadikan kebersihan sungai sebagai prioritas. Dukungan kami terhadap Run for Rivers adalah langkah nyata untuk memastikan anak cucu kita nantinya masih bisa menikmati air sungai yang jernih dan bebas sampah plastik,” tegasnya.
Sementara itu, pendiri Sungai Watch, Gary Bencheghib, menilai Banyuwangi memiliki potensi besar menjadi percontohan pengelolaan sungai di Indonesia.
“Banyuwangi memiliki potensi besar untuk menjadi model pengelolaan sungai di Indonesia. Dukungan pemerintah daerah sangat luar biasa, dan melalui gerakan ini, kami ingin membuktikan bahwa dengan kerja bersama, kita bisa menghentikan aliran sampah plastik ke laut dari sumbernya, yaitu sungai,” ujarnya.
Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi, Dwi Handayani, menambahkan bahwa sinergi ini membantu pemerintah dalam memetakan titik-titik rawan penumpukan sampah.
“Kami berharap Run for Rivers menjadi pemicu bagi masyarakat luas untuk mengubah perilaku dan tidak lagi menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah,” ungkapnya.
Gerakan ini juga melibatkan komunitas lari dan generasi muda sebagai motor penggerak kampanye kesadaran lingkungan. Dengan pendekatan kolaboratif antara pemerintah, organisasi, dan masyarakat, Banyuwangi diharapkan mampu menciptakan sistem pengelolaan sungai yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Langkah strategis ini menjadi penanda babak baru dalam upaya pelestarian lingkungan di Banyuwangi, sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif warga untuk menjaga kebersihan sungai secara mandiri dan konsisten.
Penulis : Aldi Santoso
Editor : Novita





