Madura Bidik Kawasan Ekonomi Khusus Tembakau, Khofifah Siap Kawal Hingga Tuntas

- Admin

Kamis, 12 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan komitmennya untuk mengusulkan pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura kepada pemerintah pusat. Langkah ini diambil sebagai upaya mendorong pengembangan potensi tembakau Madura sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

Komitmen tersebut disampaikan Khofifah saat menerima surat bersama para bupati se-Madura serta Naskah Akademik KEK Tembakau Madura di Pamekasan, Selasa (10/3/2026). Dalam pertemuan itu, ia menegaskan kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk terlibat aktif dalam mendorong percepatan pembangunan Madura melalui skema kawasan ekonomi khusus.

“Saya memahami alasan munculnya usulan KEK di Madura dan akan memperjuangkannya hingga tuntas. Madura memiliki potensi besar yang perlu didorong melalui kebijakan yang mampu mengakselerasi pembangunan kawasan,” kata Khofifah dalam keterangannya.

Menurutnya, usulan KEK Tembakau Madura sejalan dengan upaya menciptakan pembangunan yang lebih merata di Jawa Timur. Ia menilai tidak boleh ada wilayah yang tertinggal dalam proses pembangunan daerah.

Sebagai tindak lanjut awal, Khofifah menugaskan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak untuk melakukan kajian lebih mendalam. Emil juga diminta menyiapkan kebutuhan teknokratis dan administratif yang diperlukan sebelum usulan tersebut diajukan secara resmi kepada pemerintah pusat.

Khofifah menambahkan, pengembangan KEK di Madura tidak hanya bertujuan meningkatkan aktivitas ekonomi. Kebijakan ini juga menjadi strategi untuk melindungi sekaligus mentransformasikan struktur ekonomi daerah.

“Agar potensi ekonomi Madura, terutama sektor tembakau dan industri turunannya, dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Emil menyatakan bahwa usulan KEK Tembakau Madura memiliki landasan kuat karena didukung kajian akademik serta dukungan politik dari para kepala daerah di Madura. Ia menilai kawasan ekonomi khusus tersebut dapat menjadi instrumen penting untuk mendorong transformasi ekonomi kawasan.

“Konsep KEK ini tidak hanya berkaitan dengan investasi, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi yang lebih kuat serta memberikan perlindungan bagi ekonomi masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha lokal,” kata Emil.

Ketua Tim Penyusun Naskah Akademik KEK Tembakau Madura, Subairi Muzakki, menjelaskan bahwa penyerahan dokumen tersebut merupakan amanah masyarakat Madura sekaligus hasil konsolidasi para kepala daerah di wilayah tersebut.

Menurut Subairi, selama ini Madura memiliki kontribusi besar terhadap industri tembakau nasional. Namun, nilai tambah ekonomi dari sektor tersebut masih lebih banyak dinikmati di luar daerah.

“Selama puluhan tahun Madura menjadi salah satu sentra utama produksi tembakau nasional. Melalui KEK Tembakau Madura, kami berharap tercipta ekosistem industri yang lebih terintegrasi sehingga petani, pelaku usaha lokal, dan masyarakat Madura memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar,” ujarnya.

Ia menambahkan, dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi momentum penting bagi masyarakat Madura untuk memperjuangkan model pembangunan kawasan yang lebih adil dan berkelanjutan.(Syt/red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Achmad Fauzi: PCNU Punya Peran Besar Jaga Moderasi dan Kebangsaan
Zulhas Siapkan Skema Penyerapan Hasil Laut untuk Jaga Harga Ikan Nelayan Banyuwangi
Purbaya Pastikan Insentif Mobil dan Motor Listrik Mulai Juni 2026
Indriato Puji Utomo Puji KA Sangkuriang Perkuat Konektivitas Banyuwangi Bandung
Infrastruktur Digenjot – Proyek Jembatan Sungai Lembu Masuk Tahap Lelang
Presiden Prabowo Subianto Dengarkan Aspirasi Akar Rumput, Petani SBW Dukung Perombakan Kabinet
Panen Raya Sidoarjo, Produktivitas Meningkat, Petani Dorong Dukungan Irigasi dan Asuransi
Pasokan Energi Aman Meski Kapal Tertahan di Selat Hormuz, Pemerintah Siapkan Alternatif Global

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:51 WIB

Achmad Fauzi: PCNU Punya Peran Besar Jaga Moderasi dan Kebangsaan

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:38 WIB

Zulhas Siapkan Skema Penyerapan Hasil Laut untuk Jaga Harga Ikan Nelayan Banyuwangi

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:35 WIB

Purbaya Pastikan Insentif Mobil dan Motor Listrik Mulai Juni 2026

Senin, 4 Mei 2026 - 14:48 WIB

Indriato Puji Utomo Puji KA Sangkuriang Perkuat Konektivitas Banyuwangi Bandung

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:17 WIB

Infrastruktur Digenjot – Proyek Jembatan Sungai Lembu Masuk Tahap Lelang

Berita Terbaru

Pemerintahan

Achmad Fauzi: PCNU Punya Peran Besar Jaga Moderasi dan Kebangsaan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:51 WIB