Surabaya – Pedagang kebutuhan pokok di Pasar Soponyono, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya mengungkapkan keluhan akibat kenaikan harga komoditas hingga 50 persen jelang libur natal dan tahun baru.
Salah satu pedagang di Pasar Soponyono, Wulandari, Surabaya Minggu (7/12/2025) mengatakan, kenaikan ini tidak hanya karena libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), namun disebabkan oleh curah hujan tinggi di daerah asal komoditas.
“Ini naik semua rata-rata, memang menjelang nataru biasanya naik, cuma kenaikan harga ini karena cuaca, beberapa waktu terakhir ini kan banjir di Malang, akhirnya banyak sayuran yang rusak,” ucap Wulandari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dirinya menjelaskan kenaikan paling ekstrem diantaranya adalah lombok, yang mengalami kenaikan dari Rp. 30.000 – 40.000 menjadi Rp. 80.000 per kilo. “Lombok ini naiknya lumayan, jadi Rp. 80.000 per kilo. Selain itu sayuran seperti sawi ini juga naik Rp. 4.000, sebelumnya Rp. 3000 per ikat,” ujarnya.
Dirinya menilai kenaikan tersebut karena komoditas kebanyakan berasal dari Malang yang saat ini sedang mengalami curah hujan tinggi dan bahkan banjir, sehingga mempengaruhi kualitas sayur dan kebutuhan dapur lainnya.
Hingga saat ini dirinya mengaku belum ada pantauan dari pihak terkait untuk melakukan kontrol harga pasar, dan dirinya juga berharap harga kebutuhan pokok bisa segera turun sebab mempengaruhi daya beli masyarakat dan pendapatannya.





