Jelang Natura Harga Komoditas Surabaya Alami Kenaikan

- Admin

Rabu, 10 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya – Pedagang kebutuhan pokok di Pasar Soponyono, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya mengungkapkan keluhan akibat kenaikan harga komoditas hingga 50 persen jelang libur natal dan tahun baru.

Salah satu pedagang di Pasar Soponyono, Wulandari, Surabaya Minggu (7/12/2025) mengatakan, kenaikan ini tidak hanya karena libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), namun disebabkan oleh curah hujan tinggi di daerah asal komoditas.

“Ini naik semua rata-rata, memang menjelang nataru biasanya naik, cuma kenaikan harga ini karena cuaca, beberapa waktu terakhir ini kan banjir di Malang, akhirnya banyak sayuran yang rusak,” ucap Wulandari.

Dirinya menjelaskan kenaikan paling ekstrem diantaranya adalah lombok, yang mengalami kenaikan dari Rp. 30.000 – 40.000 menjadi Rp. 80.000 per kilo. “Lombok ini naiknya lumayan, jadi Rp. 80.000 per kilo. Selain itu sayuran seperti sawi ini juga naik Rp. 4.000, sebelumnya Rp. 3000 per ikat,” ujarnya.

Dirinya menilai kenaikan tersebut karena komoditas kebanyakan berasal dari Malang yang saat ini sedang mengalami curah hujan tinggi dan bahkan banjir, sehingga mempengaruhi kualitas sayur dan kebutuhan dapur lainnya.

Hingga saat ini dirinya mengaku belum ada pantauan dari pihak terkait untuk melakukan kontrol harga pasar, dan dirinya juga berharap harga kebutuhan pokok bisa segera turun sebab mempengaruhi daya beli masyarakat dan pendapatannya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,5 Persen, Rupiah Tertekan Gejolak Global
Saat Rupiah Tembus Rp18.000, Publik Teringat Prediksi Faisal Basri tentang Krisis 2026
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Tingkatkan Intervensi Pasar
Pelemahan Rupiah Berlanjut, Industri Impor Bahan Baku Mulai Kesulitan
Puluhan Ribu Bibit Kelapa Bersertifikat Disiapkan, Sumenep Bidik Hilirisasi Perkebunan
Purbaya Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5 Persen pada 2027
Harga MinyaKita Tembus Rp21 Ribu, Pemkab Sumenep Kerahkan Warung Inflasi
Rupiah Tembus Rp17.645 per Dolar AS, Purbaya: Fundamental Ekonomi Masih Kuat

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:34 WIB

BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,5 Persen, Rupiah Tertekan Gejolak Global

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:27 WIB

Saat Rupiah Tembus Rp18.000, Publik Teringat Prediksi Faisal Basri tentang Krisis 2026

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:58 WIB

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Tingkatkan Intervensi Pasar

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:03 WIB

Pelemahan Rupiah Berlanjut, Industri Impor Bahan Baku Mulai Kesulitan

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:42 WIB

Puluhan Ribu Bibit Kelapa Bersertifikat Disiapkan, Sumenep Bidik Hilirisasi Perkebunan

Berita Terbaru