SUMENEP — Suasana Aula Tuan Gubhe Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) tampak berbeda pada Rabu (24/12/2025). Balutan nuansa sakral dan haru menyatu dalam satu peristiwa penting: pernikahan Dwi Ferdiyana S.AP dengan Bripda Nur Fauzan S.H.
Di hadapan keluarga besar dan para tamu undangan, dua insan ini mengikrarkan janji suci untuk menapaki perjalanan hidup bersama. Dwi Ferdiyana, putri dari pasangan H. Syamsul Arifin dan Hj. Rustina, resmi dipersunting Bripda Nur Fauzan, putra dari Ir. A. Sudarso dan Sri Sukarni.
Resepsi pernikahan berlangsung khidmat sejak pukul 11.00. Kehangatan keluarga terasa kuat, mengiringi doa dan restu yang dipanjatkan bagi pasangan pengantin agar membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Prosesi ini bukan sekadar penyatuan dua insan, tetapi juga pertemuan dua keluarga besar yang diikat oleh nilai kebersamaan, kesederhanaan, dan harapan akan masa depan yang penuh keberkahan.
Perwakilan keluarga mempelai perempuan, H. Syamsul Arifin, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian acara pernikahan. Ia berharap rumah tangga yang dibangun putrinya dapat berjalan harmonis dan penuh keberkahan.
“Kami bersyukur acara ini dapat terlaksana dengan baik. Kami berharap kedua mempelai dapat membina rumah tangga yang sakinah, saling mendukung, dan mampu menghadapi setiap fase kehidupan bersama,” ujarnya.
Hal senada disampaikan pihak keluarga mempelai laki-laki. Ir. A. Sudarso menilai pernikahan tersebut bukan hanya menyatukan dua insan, tetapi juga mempererat hubungan dua keluarga besar.
“Pernikahan ini menjadi awal perjalanan baru bagi anak-anak kami. Kami berharap mereka selalu menjaga komitmen, saling menghormati, dan tumbuh bersama dalam kebersamaan,” tuturnya.
Keluarga kedua mempelai menyampaikan terima kasih atas kehadiran serta doa restu para tamu undangan. Mereka berharap ikatan pernikahan ini menjadi awal perjalanan panjang yang dipenuhi ketulusan, kesabaran, dan cinta yang terus bertumbuh seiring waktu.
Dengan resmi bersatunya Dwi Ferdiyana dan Bripda Nur Fauzan, satu fase kehidupan pun dimulai—fase baru yang diharapkan menjadi ladang ibadah dan pengabdian, baik bagi keluarga maupun masyarakat.(*)





