Gus Yahya Bantah Terafiliasi Jaringan Zionis, Tidak Akan Mudur

- Admin

Minggu, 23 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU, K.H. Yahya Cholil Staquf membantah dirinya diminta mundur karena terafiliasi dengan zionis. Gus Yahya-sapaan akrabnya- juga membantah bahwa dirinya memiliki persoalan tambang di internal PBNU.

Mulanya, Gus Yahya mengklarifikasi terkait isu yang beredar bahwa dirinya terafiliasi dengan jaringan zionis. Terlebih, dia pernah berkunjung ke Israel pada 2018.

Yahya mengatakan bahwa anggota NU telah mengetahui dirinya pergi ke Israel pada saat itu. “Saya tahun 2018 pernah pergi ke Israel dan bertemu Nentanyahu (Perdana Menteri Israel). Mereka (anggota NU) sudah tahu dan mereka memilih saya sebagai ketum saat Muktamar Lampung,” kata Yahya kepada awak media di Hotel Novotel Samator Surabaya, Ahad 23 November 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yahya menambahkan, dia berkunjung ke Israel dan bertemu Nentanyahu demi memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Dia pun mengaku masih konsisten dengan hal itu. “Saya terang-terangan dan tegas di berbagai forum pada waktu itu bahwa saya datang demi Palestina. Saya tidak akan pernah berhenti dengan posisi ini, apapun yang terjadi,” ujar dia.

Soal isu yang beredar bahwa dia diminta mundur karena permasalahan tambang dan keuangan PBNU, Yahya mengaku tidak mau berprasangka buruk terhadap sosok yang menggiring opini. Sebab, Yahya menganggap isu itu tidak jelas asal-usulnya.

“Saya tidak mau berprasangka ya. Sebelum ini, rumor itu sudah ndak karu-karuan, seperti saya makan duit Rp 900 miliar dan macam-macam itu. Tapi saya tidak mau bertindak atas dasar rumor atau prasangka,” kata dia.
Yahya Cholil Staquf menghadiri pertemuan dengan para pengurus wilayah NU di Surabaya pada Sabtu, 22 November 2025.

Pertemuan yang digelar oleh pengurus harian PBNU ini digelar menyusul hasil rapat Syuriah PBNU yang mendesak Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf mundur. Risalah hasil rapat yang ditandatangani oleh Rais Am PBNU Miftachul Akhyar itu berisi keputusan agar Yahya mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum PBNU dalam waktu tiga hari sejak diterimanya keputusan rapat harian Syuriah. Jika Yahya tak mengindahkannya, Syuriah akan memberhentikannya dari jabatan ketua umum.

Alasan pemakzulan Yahya itu berhubungan dengan kegiatan Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama yang menghadirkan akademikus pro-Israel, Peter Berkowitz, pada pertengahan Agustus 2025. Berkowitz sudah cukup lama berteman dengan Yahya Staquf. Berkowitz menulis buku Israel and the Struggle over the International Laws of War, yang isinya membela Israel yang memerangi Palestina dari berbagai kritik.

Hasil rapat harian Syuriyah itu juga menilai ada indikasi pelanggaran syara dalam tata kelola keuangan PBNU. Indikasi penyimpangan itu bertentangan dengan undang-undang serta Pasal 97-99 Anggaran Rumah Tangga NU.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Said Abdullah Usulkan Syarat Minal 21 Kursi Parlemen
Salamuddin Daeng: BI Wajib Selaraskan Kebijakan Pengendalian DHE SDA Sesuai Amanat Pasal 33 UUD 1945
Resmi, PN Solo Tetapkan KGPH Purboyo Bergelar Pakubuwono XIV
Ratusan Kepala Daerah Terima Penghargaan UHC Awards 2026
Konsisten dalam Kebaikan, Praneda Care Foundation Kembali Hadir di Aceh Tamiang Berikan Bantuan
Jakarta Dilanda Cuaca Ekstrem, Pemprov Terapkan WFH dan PJJ
UMSURA dan PTA Surabaya Gelar Seminar Internasional, Bahas Ketahanan Peradilan Agama di Era Disrupsi
KPK Benarkan Bupati Sadewo Ikut Terjaring OTT

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 14:39 WIB

Said Abdullah Usulkan Syarat Minal 21 Kursi Parlemen

Minggu, 1 Februari 2026 - 13:55 WIB

Salamuddin Daeng: BI Wajib Selaraskan Kebijakan Pengendalian DHE SDA Sesuai Amanat Pasal 33 UUD 1945

Kamis, 29 Januari 2026 - 15:53 WIB

Resmi, PN Solo Tetapkan KGPH Purboyo Bergelar Pakubuwono XIV

Kamis, 29 Januari 2026 - 12:35 WIB

Ratusan Kepala Daerah Terima Penghargaan UHC Awards 2026

Sabtu, 24 Januari 2026 - 13:09 WIB

Konsisten dalam Kebaikan, Praneda Care Foundation Kembali Hadir di Aceh Tamiang Berikan Bantuan

Berita Terbaru

Opini

Dampak Globalisasi Terhadap Negara-Negara Miskin

Selasa, 3 Feb 2026 - 04:01 WIB

Daerah

Gen Z Jatim Desak Perda Pembatasan Plastik

Senin, 2 Feb 2026 - 17:04 WIB