Gempa M 7,6 Sulut Masuk Kategori Megathrust, BMKG Minta Warga Waspada

- Admin

Kamis, 2 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang terjadi di wilayah Sulawesi Utara pada Kamis (2/4/2026) termasuk kategori megathrust.

Gempa terjadi pukul 05.48 WIB dengan pusat di laut sekitar 129 kilometer tenggara Bitung dan kedalaman sekitar 33 kilometer.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

BMKG menjelaskan, gempa ini dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme sesar naik (thrust fault), yang umum terjadi di zona pertemuan lempeng tektonik aktif.

Melalui akun resminya, BMKG menyebut megathrust merupakan zona pertemuan lempeng bumi yang menyimpan energi sangat besar. Energi tersebut dapat dilepaskan sewaktu-waktu dalam bentuk gempa kuat, bahkan berpotensi memicu tsunami.

Megathrust terjadi saat satu lempeng menunjam ke bawah lempeng lainnya dalam proses subduksi. Proses ini menyebabkan akumulasi energi dalam waktu lama sebelum akhirnya dilepaskan sebagai gempa besar.

Zona Megathrust di Indonesia

Indonesia memiliki sejumlah zona megathrust aktif yang tersebar di berbagai wilayah rawan gempa, antara lain:

  • Aceh–Andaman (potensi magnitudo hingga 9,2)
  • Mentawai–Siberut (potensi magnitudo hingga 8,9)
  • Selat Sunda hingga selatan Jawa (potensi magnitudo hingga 8,7)

Zona-zona ini berada di sepanjang batas pertemuan lempeng yang mengelilingi wilayah Nusantara.

Waspadai Seismic Gap

BMKG mengingatkan adanya fenomena seismic gap, yakni kondisi di mana segmen megathrust belum melepaskan energi besar dalam waktu lama.

Sebagai contoh, segmen Selat Sunda terakhir aktif pada 1757, sementara Mentawai–Siberut pada 1797. Hal ini menunjukkan potensi energi besar masih tersimpan dan bisa dilepaskan sewaktu-waktu.

Gempa Tidak Bisa Diprediksi

BMKG menegaskan, gempa bumi belum dapat diprediksi secara pasti, baik waktu, lokasi, maupun kekuatannya.

Istilah megathrust sering disalahartikan sebagai tanda gempa besar akan segera terjadi. Padahal, istilah ini digunakan sebagai bentuk kewaspadaan berbasis data sejarah dan kondisi geologi.

Langkah Mitigasi

Untuk mengurangi risiko, masyarakat diimbau meningkatkan kesiapsiagaan dengan:

  • Mengenali potensi gempa di wilayah tempat tinggal
  • Memahami langkah sebelum, saat, dan setelah gempa
  • Mengikuti informasi resmi dari BMKG
  • Menyiapkan jalur evakuasi, terutama di wilayah pesisir

BMKG menekankan pentingnya kesiapan masyarakat tanpa menimbulkan kepanikan berlebihan.

Facebook Comments Box

Penulis : Rudi

Editor : Novita

Berita Terkait

Cek Langsung di Lapangan, Prabowo Pastikan Beras Aman dan Siap Salur
BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih Panjang, Waspada Kekeringan dan Karhutla
Perkuat Mitigasi Basarnas Banyuwangi Gandeng BMKG untuk Operasi SAR Berbasis Data Cuaca
Jakarta – 27 Korban Pelecehan di FH UI Sejak 2025, Desakan Drop Out Menguat
Saiful Mujani dan Islah Bahrawi Dilaporkan ke Bareskrim oleh Relawan
KPK Ungkap Modus Pemerasan Bupati Tulungagung
Jakarta Jadi Kota Teraman Kedua di Asia Tenggara 2026, Pramono Anung Mengaku Terkejut
All Cipayung Kritik Ajakan Saiful Mujani Jatuhkan Prabowo Subianto, Dinilai Provokatif dan Tak Berdasar Konstitusi

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 12:16 WIB

Cek Langsung di Lapangan, Prabowo Pastikan Beras Aman dan Siap Salur

Sabtu, 18 April 2026 - 08:31 WIB

BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih Panjang, Waspada Kekeringan dan Karhutla

Rabu, 15 April 2026 - 11:22 WIB

Perkuat Mitigasi Basarnas Banyuwangi Gandeng BMKG untuk Operasi SAR Berbasis Data Cuaca

Selasa, 14 April 2026 - 09:43 WIB

Jakarta – 27 Korban Pelecehan di FH UI Sejak 2025, Desakan Drop Out Menguat

Minggu, 12 April 2026 - 14:54 WIB

Saiful Mujani dan Islah Bahrawi Dilaporkan ke Bareskrim oleh Relawan

Berita Terbaru