Jakarta – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang terjadi di wilayah Sulawesi Utara pada Kamis (2/4/2026) termasuk kategori megathrust.
Gempa terjadi pukul 05.48 WIB dengan pusat di laut sekitar 129 kilometer tenggara Bitung dan kedalaman sekitar 33 kilometer.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
BMKG menjelaskan, gempa ini dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme sesar naik (thrust fault), yang umum terjadi di zona pertemuan lempeng tektonik aktif.
Melalui akun resminya, BMKG menyebut megathrust merupakan zona pertemuan lempeng bumi yang menyimpan energi sangat besar. Energi tersebut dapat dilepaskan sewaktu-waktu dalam bentuk gempa kuat, bahkan berpotensi memicu tsunami.
Megathrust terjadi saat satu lempeng menunjam ke bawah lempeng lainnya dalam proses subduksi. Proses ini menyebabkan akumulasi energi dalam waktu lama sebelum akhirnya dilepaskan sebagai gempa besar.
Zona Megathrust di Indonesia
Indonesia memiliki sejumlah zona megathrust aktif yang tersebar di berbagai wilayah rawan gempa, antara lain:
- Aceh–Andaman (potensi magnitudo hingga 9,2)
- Mentawai–Siberut (potensi magnitudo hingga 8,9)
- Selat Sunda hingga selatan Jawa (potensi magnitudo hingga 8,7)
Zona-zona ini berada di sepanjang batas pertemuan lempeng yang mengelilingi wilayah Nusantara.
Waspadai Seismic Gap
BMKG mengingatkan adanya fenomena seismic gap, yakni kondisi di mana segmen megathrust belum melepaskan energi besar dalam waktu lama.
Sebagai contoh, segmen Selat Sunda terakhir aktif pada 1757, sementara Mentawai–Siberut pada 1797. Hal ini menunjukkan potensi energi besar masih tersimpan dan bisa dilepaskan sewaktu-waktu.
Gempa Tidak Bisa Diprediksi
BMKG menegaskan, gempa bumi belum dapat diprediksi secara pasti, baik waktu, lokasi, maupun kekuatannya.
Istilah megathrust sering disalahartikan sebagai tanda gempa besar akan segera terjadi. Padahal, istilah ini digunakan sebagai bentuk kewaspadaan berbasis data sejarah dan kondisi geologi.
Langkah Mitigasi
Untuk mengurangi risiko, masyarakat diimbau meningkatkan kesiapsiagaan dengan:
- Mengenali potensi gempa di wilayah tempat tinggal
- Memahami langkah sebelum, saat, dan setelah gempa
- Mengikuti informasi resmi dari BMKG
- Menyiapkan jalur evakuasi, terutama di wilayah pesisir
BMKG menekankan pentingnya kesiapan masyarakat tanpa menimbulkan kepanikan berlebihan.
Penulis : Rudi
Editor : Novita





