SUMENEP – Program Mudik Gratis 2026 yang digagas Pemerintah Kabupaten Sumenep resmi dimulai. Sebanyak 390 pemudik dari Jakarta diberangkatkan menuju kampung halaman melalui delapan bus dalam program Mudik Gratis bareng Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo.
Pelepasan rombongan dilakukan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Sumenep, Achmad Dzulkarnain, yang mewakili Bupati. Ia memastikan seluruh persiapan keberangkatan berjalan lancar dan aman.
Suasana di Pelabuhan Kalianget pada Minggu (15/3/2026) pagi dipenuhi haru dan kebahagiaan. Para pemudik terlihat antusias, saling berpamitan dengan keluarga yang mengantar, menandai dimulainya gelombang mudik Idulfitri tahun ini.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Dzulkarnain mengatakan, program mudik gratis tidak sekadar memfasilitasi perjalanan pulang kampung, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat, terutama warga kepulauan.
“Mudik ini lebih dari sekadar perjalanan. Ini bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat, terutama mereka yang tinggal jauh di kepulauan. Pemerintah hadir untuk mempermudah, memastikan kenyamanan, dan memberi rasa aman bagi setiap warga yang pulang kampung,” ujarnya.
Selain jalur darat dari Jakarta, arus mudik juga berlangsung melalui jalur laut di Pelabuhan Kalianget. Kapal KM Express Bahari 9C melayani rute menuju Kangean dengan 401 penumpang, termasuk satu bayi.
Kemudian KM Sabuk Nusantara 91 melayani rute Kangean–Sapeken dengan 156 penumpang, serta KMP Dharma Kartika yang berlayar menuju Raas–Jangkar dengan membawa 309 penumpang.
Seluruh proses keberangkatan berlangsung tertib dengan pengawasan dari pihak pelabuhan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang.
Data Disperkimhub mencatat, sejak H-10 hingga H-7 Lebaran, ribuan warga telah memanfaatkan program mudik gratis ini. Total penumpang tujuan kepulauan tercatat mencapai 2.039 orang menuju Kangean, 637 orang ke Raas, 412 orang ke Masalembu, 280 orang ke Sapeken, 600 orang ke Sapudi, serta 155 orang ke Jangkar.
Sementara pada Minggu (15/3/2026), kapal tujuan Sapudi membawa 136 penumpang dewasa dan empat bayi.
Program Mudik Gratis Sumenep 2026 dinilai tidak hanya membantu masyarakat dari sisi biaya transportasi, tetapi juga meningkatkan keselamatan perjalanan karena transportasi diatur secara terorganisir.
“Program ini bertujuan memastikan setiap warga, terutama yang tinggal di kepulauan, merasakan kemudahan, keamanan, dan kebahagiaan saat kembali ke kampung halaman,” tegas Dzulkarnain.
Melalui fasilitas bus bagi pemudik dari Jakarta serta kapal bagi masyarakat kepulauan, pemerintah berharap mudik tahun ini berlangsung aman, nyaman, dan tertib.
Program Mudik Gratis Sumenep 2026 menjadi simbol kepedulian pemerintah sekaligus penghubung bagi ribuan keluarga yang ingin merayakan Idulfitri bersama di kampung halaman.(*)





