SURABAYA — Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertema “Kebijakan Pemprov Jawa Timur dalam Mendorong Keterlibatan Perguruan Tinggi pada Pembangunan SDM Unggul Menuju Jatim Gerbang Baru Nusantara”, Selasa (09/12), di Ruang RM Soemantri. Agenda ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan perspektif akademisi dan pemerintah dalam menghadapi tantangan pembangunan SDM di era transformasi digital.
Rektor Unitomo, Prof. Siti Marwiyah, hadir sebagai keynote speaker. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara kampus dan pemerintah sebagai penggerak utama percepatan pembangunan. “Perguruan tinggi tidak boleh berdiri sendiri. Kami harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan, mengawal, sekaligus mengkritisi kebijakan publik agar pembangunan SDM benar-benar berorientasi masa depan,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Substansi diskusi menguat dengan paparan Muhammad Suluh, Kepala Bidang Kompetensi Dasar dan Managerial BPSDM Jatim. Ia menguraikan arah kebijakan pengembangan kompetensi aparatur dan masyarakat, sekaligus menekankan pentingnya peran kampus dalam menyiapkan talenta berdaya saing. “Pemprov Jatim membuka ruang semakin luas bagi perguruan tinggi. Kami membutuhkan dukungan akademik berbasis riset agar program kompetensi berjalan tepat sasaran,” jelasnya.
Wakil Rektor I Unitomo, Amirul Mustofa, turut menjadi narasumber dan menyoroti kebutuhan penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri serta visi Jatim sebagai Gerbang Baru Nusantara. “Unitomo siap memaksimalkan riset terapan, pengabdian masyarakat, dan kemitraan industri agar lulusan benar-benar relevan dan kompetitif,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur yang juga Ketua IKA Unitomo, Drajad Irawan, menekankan pentingnya kontribusi alumni dalam memperkuat sinergi lintas sektor. “IKA Unitomo berada di titik strategis antara pemerintah, industri, dan kampus. Kami siap menjadi jembatan agar sinergi ini berlanjut dalam program nyata,” pungkasnya.





